Hanya mereka yang membaca tentang Indonesia atau berkunjung ke sini yang mengenal negara ini. Kebanyakan orang hanya tahu Indonesia berada di selatan Samudra Pasifik, di antara Asia dan Australia, tetapi mereka tidak mengetahui banyak hal lainnya. Padahal, Indonesia adalah negara yang kaya akan sejarah dan budaya, serta memiliki banyak hal berharga untuk dibagikan kepada dunia.
Untuk mengenal sebuah negara, kita perlu mengetahui bahasa yang mereka gunakan di sana dan mempelajari sedikit tentang masing-masing bahasa tersebut. Berikut ini tiga bahasa yang paling populer di Indonesia:
Indonesia
Sebelum membahas lebih jauh, menarik untuk dicatat bahwa bahasa Indonesia sebenarnya merupakan bentuk baku dari salah satu ragam bahasa Melayu yang kini menjadi bahasa resmi negara. Sebelum pemerintah menetapkan bahasa ini sebagai bahasa nasional, masyarakat menggunakannya sebagai alat komunikasi antar pulau yang memiliki bahasa masing-masing. Bahasa Indonesia juga menyerap banyak kosakata dari berbagai bahasa, seperti Persia dan Arab, namun jika kita telusuri lebih dalam, sebagian besar kata serapan asing justru berasal dari bahasa Sanskerta.
Jawa
Masyarakat etnis Jawa, terutama di wilayah tengah dan timur Pulau Jawa, banyak menggunakan bahasa Jawa, salah satu bahasa Austronesia di Indonesia. Penutur bahasa Jawa menggunakan sistem tulisan sendiri, meskipun mereka sering menuliskannya dengan aksara Latin dan Arab. Bahasa ini memiliki tiga dialek utama sesuai daerah penuturnya di Jawa. Tata bahasanya menarik karena kata kerja tidak mengalami konjugasi; penutur menyisipkan penanda waktu dalam frasa untuk menunjukkan kapan peristiwa terjadi, seperti hari ini atau tahun lalu.
Sunda
Sekitar 39 juta orang menggunakan bahasa Sunda, salah satu bahasa daerah yang termasuk rumpun Melayu-Polinesia dalam keluarga Austronesia. Sebagian besar penuturnya tinggal di Jawa Barat, meskipun beberapa tersebar di pulau lain. Bahasa Sunda memiliki lebih banyak kesamaan dengan bahasa Melayu dan Madura dibandingkan dengan bahasa Jawa. Penutur umumnya menulis bahasa Sunda dengan aksara Latin, meski sebagian masih menggunakan aksara Sunda. Walaupun bentuk hurufnya berbeda dari alfabet Latin, penutur tetap menulis dan membaca aksara Sunda dari kiri ke kanan, seperti kebanyakan bahasa lain yang menggunakan huruf Latin.