ngadmin

Penemuan Fosil Sempurna Mengancam Lingkungan

Penemuan spesies manusia purba di Indonesia tahun ini mengukuhkan status kepulauan ini sebagai tujuan utama dunia untuk penemuan fosil penting. Para ilmuwan mengatakan bahwa negara ini sangat berpotensi menghasilkan penemuan fosil lain. Pada Juni, tim peneliti internasional mengumumkan bahwa mereka menemukan fosil hominin di Pulau Flores yang merupakan nenek moyang Homo floresiensis. Iwan Kurniawan dari…

Baca Selengkapnya

Kembalikan Indonesia Jadi Agraris: Langkah Mundur

Indonesia dulu menyebut negaranya agraris karena kondisi alamnya mendukung pertanian—tanah subur, iklim tropis dan curah hujan tinggi. Belakangan sebutan itu semakin tidak relevan; tren menunjukkan istilah itu bisa hilang seiring berkurangnya petani. Karena berbagai kendala, menjadi petani kini bukan pilihan yang menguntungkan di Indonesia. Pengusaha besar, lokal dan asing, membeli ribuan hektare, merusak lahan dan…

Baca Selengkapnya

Efektivitas Hak Kelola Hutan Kalteng Dipertanyakan

Presiden Joko Widodo menyerahkan HPHD Harowu, Rangan Hiran, dan Rambang seluas 3.046 hektare pada 20 Desember. Ia juga menyerahkan IUP-HKm di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Komitmen pemerintah menyiapkan kawasan hutan sosial tercantum dalam Rencana Strategis KLHK. Pemerintah menargetkan masyarakat mengelola 12,7 juta hektare melalui berbagai skema. Skema meliputi HKm, Hutan Desa, HTR, Hutan Rakyat,…

Baca Selengkapnya

Indonesia di Bawah Tekanan Gugatan Batubara Bernilai Fantastis

ICSID Bank Dunia mengeluarkan putusan pada 6 Desember. Indonesia tidak perlu membayar kompensasi $2 miliar kepada Churchill Mining. Kompensasi itu terkait pencabutan konsesi tambang batubara. Dalam putusan tersebut, tribunal menyimpulkan bahwa Churchill mendasarkan klaim atas area tambang dan gugatannya terhadap Indonesia pada dokumen palsu. Perusahaan tambang yang terdaftar di London menggugat Indonesia bersama anak perusahaannya,…

Baca Selengkapnya

93% Wilayah Tanpa Jalan Lebih Kecil dari Setengah Cincinnati

Jalan raya berdampak serius pada satwa liar, memisahkan populasi, merusak habitat, membuka akses pemburu, dan membunuh hewan. Studi terbaru di jurnal Science menilai luas jaringan jalan global dan menemukan sekitar 600.000 fragmen. Hanya 7% fragmen lebih besar dari 100 km², sementara separuhnya kurang dari 1 km². Sebagai perbandingan, luas daratan kota Cincinnati sekitar 200 km²….

Baca Selengkapnya

Lemahnya Implementasi Poros Maritim Dunia Indonesia

Dokumen terbaru berjudul Buku Putih Poros Maritim Dunia akhirnya memberikan landasan resmi bagi visi Poros Maritim Dunia (PMD) Indonesia. Publikasi 53 halaman ini menjelaskan pentingnya laut bagi Indonesia dan arah masa depan PMD sebagai visi maritim nasional. Dokumen ini juga membahas berbagai strategi untuk mewujudkan ambisi besar tersebut. Presiden Joko Widodo memang memperkenalkan konsep PMD…

Baca Selengkapnya

Pemerintah Gagal Tangani Bioterorisme, TNI AD Peringatkan

Universitas Airlangga kembali menyelenggarakan seminar nasional. Pada Jumat, 16 Desember, Program Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM mengadakan seminar. Mereka mengundang Mayjen dr. Bambang Pratomo Sulistyanto, M.M., Kepala Pusat Kesehatan TNI AD, sebagai pembicara. Seminar berlangsung di Gedung Kantor Manajemen Garuda Mukti Hall, Kampus C, bertema Internasionalisasi Sistem Kesehatan untuk Keamanan Nasional. Wakil Rektor I…

Baca Selengkapnya

Negara-negara Islam Masih Terpecah dalam Kepentingan Sendiri

Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, menerima kunjungan Presiden Joko Widodo pada Rabu. Dalam pertemuan ini, ia menyoroti berbagai potensi Iran dan Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya kedua negara meningkatkan hubungan serta kerja sama di bidang ekonomi, politik dan budaya. Khamenei menambahkan bahwa Iran memandang martabat dan kemajuan Indonesia sebagai negara muslim berpenduduk besar…

Baca Selengkapnya

Kunjungan Jokowi ke India: Risiko Strategis bagi Indonesia

Atas undangan Perdana Menteri Narendra Modi, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan tiga hari ke India pada 11–13 Desember 2016. Jokowi hadir bersama istrinya Iriana Widodo, beberapa menteri kabinet, pejabat senior dan delegasi bisnis Indonesia berjumlah 22 orang. Kunjungan ini merupakan lawatan pertama Presiden Joko Widodo ke India sejak ia menjabat pada Oktober 2014. Pada 11…

Baca Selengkapnya