Atas undangan Perdana Menteri Narendra Modi, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan tiga hari ke India pada 11–13 Desember 2016. Jokowi hadir bersama istrinya Iriana Widodo, beberapa menteri kabinet, pejabat senior dan delegasi bisnis Indonesia berjumlah 22 orang. Kunjungan ini merupakan lawatan pertama Presiden Joko Widodo ke India sejak ia menjabat pada Oktober 2014. Pada 11 Desember 2016, Menteri Anil Madhav Dave menyambut Jokowi di Pangkalan Angkatan Udara Palam. Pada 12 Desember 2016, Presiden Pranab Mukherjee menerima Jokowi di Rashtrapati Bhawan. Ia menjamu Jokowi dan delegasinya dalam jamuan makan malam kenegaraan. Pada hari yang sama, Perdana Menteri Narendra Modi menggelar pembicaraan panjang dengan Jokowi. Menteri Luar Negeri bertemu Wakil Presiden M. Hamid Ansari, yang pernah mengunjungi Indonesia November 2015.
India dan Indonesia memiliki sejarah hubungan yang harmonis dan ikatan budaya yang kuat. Sejak 2005, Indonesia menjadi mitra strategis India dan salah satu mitra dagang utama di ASEAN. Indonesia merupakan mitra dagang terbesar India di ASEAN, dengan nilai perdagangan dua arah sekitar $16 miliar. Jokowi mengundang Perdana Menteri Modi untuk segera berkunjung ke Indonesia, dan Modi langsung menerima undangan ini. Setelah pembicaraan delegasi antara Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Joko Widodo pada 12 Desember 2016, India dan Indonesia menandatangani tiga perjanjian di berbagai bidang untuk memperkuat kemitraan strategis.
- Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Urusan Pemuda dan Olahraga
- Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Standardisasi
- Komunike Bersama tentang Penangkapan Ikan Ilegal dan Tanpa Izin
Para pihak menandatangani perjanjian ini untuk membangun kemitraan ekonomi dan pembangunan yang kokoh guna meningkatkan arus perdagangan, investasi, dan mobilitas orang antar kedua negara.
Pertahanan dan Keamanan
Selain ketiga perjanjian ini, kedua negara juga sepakat menjalin kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan maritim untuk menjamin keselamatan jalur laut, penanggulangan bencana dan perlindungan lingkungan. Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama untuk memberantas terorisme, kejahatan terorganisasi, peredaran narkoba dan perdagangan manusia. Masing-masing pihak menyepakati pelaksanaan awal Perjanjian Perdagangan Bebas India‑ASEAN di sektor jasa dan investasi serta penyelesaian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional.
Kedua pihak juga sepakat mempercepat pendirian Kursi Studi India dan Indonesia di universitas masing‑masing untuk mendorong penelitian hubungan historis serta memperluas program beasiswa dan pelatihan. Guna memperkuat konektivitas langsung antara India dan Indonesia, Garuda Indonesia membuka rute penerbangan langsung Jakarta–Mumbai pada 12 Desember 2016. Penerbangan perdana nonstop dari Jakarta dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji, Mumbai. Pada awalnya, penerbangan dijadwalkan tiga kali seminggu dan nantinya akan beroperasi setiap hari.