ATR Sewaan Indonesia Air Transport Jatuh; Kekhawatiran

pesawat ATR 42-512 jatuh

Pihak berwenang melaporkan bahwa pesawat ATR 42-512 milik Indonesia Air Transport (I8) jatuh di kawasan pegunungan di Sulawesi.

Kecelakaan pesawat I8 yang disewa Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan menewaskan seluruh delapan awak dan tiga penumpang. Korban terdiri dari delapan awak dan tiga penumpang.

Narasi

Pesawat lepas landas dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (JOG) pukul 08.23. Kemudian terbang ke timur laut pada ketinggian 11.000 kaki untuk misi di atas Laut Jawa.

Kementerian Perhubungan mengatakan Pusat Layanan Terminal Area Makassar memberi izin ATR mendekati landasan pacu 21 Bandara Sultan Hasanuddin pukul 11.23.

Kementerian menambahkan pengontrol lalu lintas udara mendeteksi pesawat keluar dari jalur pendekatan dan meminta penyesuaian segera. ATC memberikan beberapa koreksi arah sebelum kehilangan kontak ketika ATR berada 11 mil laut timur laut ambang landasan pacu 21.

Menurut laporan media, seorang pendaki menemukan puing-puing di lereng Gunung Bulusaraung.

Laporan METAR Makassar saat pesawat hilang kontak radar mencatat jarak pandang baik. Tercatat hujan di sekitar bandara dan awan kumulonimbus setinggi 1.700 kaki di jalur pendekatan.

Pesawat yang Terlibat

Pesawat yang terlibat adalah ATR 42-512 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 dan registrasi PK-THT; pesawat ini dikirim baru ke Air Dolomiti pada Maret 2001, melayani maskapai ini selama sembilan tahun sebelum bergabung dengan I8 pada 2010.

Maskapai mengoperasikan pesawat ini hampir 15 tahun dengan konfigurasi 46 kursi ekonomi, lalu mengubahnya menjadi platform pengawasan udara pada April 2025.

Sejak itu, lembaga tersebut beroperasi berdasarkan kontrak dengan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

Maskapai Penerbangan

Indonesia Air Transport mulai beroperasi pada 1968 untuk menyediakan layanan penerbangan charter bagi Pertamina.

Dalam 58 tahun beroperasi, perusahaan ini telah mengoperasikan 34 pesawat, termasuk Fokker F27 dan F50, empat ATR 42, dua Beechcraft 1900D, serta satu Airbus A320 untuk periode singkat.

Maskapai tersebut mengoperasikan dua unit Embraer Legacy 600 berbasis rangka ERJ-135; keduanya dikonfigurasi VIP dan salah satunya disewa oleh Natural Synergy Corporation.

Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) berfungsi sebagai hub sekaligus lokasi kantor pusat Indonesia Air Transport; perusahaan induknya adalah MNC Media, konglomerasi media terbesar.

Visited 9 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *