Presiden Prabowo Subianto telah mengusulkan ekonom senior Destry Damayanti sebagai calon pemimpin bank sentral. Langkah ini dapat meredakan kekhawatiran investor terhadap independensi bank sentral setelah gubernur sebelumnya tiba-tiba mengundurkan diri. Dalam konferensi pers pada Senin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa presiden hanya mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon pemimpin Bank Indonesia. Destry saat ini menjabat sebagai Penjabat Gubernur Bank Indonesia. Ia masih harus mendapatkan persetujuan parlemen sebelum resmi menduduki jabatan tersebut. Presiden mengajukan Destry setelah Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia sebelumnya, mundur mendadak pada akhir bulan lalu. Perry meninggalkan jabatannya dua tahun sebelum masa tugasnya berakhir.
Tekanan terhadap bank sentral untuk mendukung agenda ekonomi Prabowo semakin meningkat. Kondisi tersebut membuat investor khawatir bahwa kepentingan politik dapat menghambat peran utama Bank Indonesia dalam menopang nilai tukar rupiah dan stabilitas pasar keuangan. Sebagian pelaku pasar sebelumnya mengkhawatirkan kemungkinan Prabowo menunjuk sosok yang dekat dengannya dan sejalan dengan agenda ekonominya. Presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi tahunan mencapai 8% selama lima tahun masa pemerintahannya, meningkat dari level saat ini yang berada di sekitar 5%. Pada awal tahun ini, parlemen menyetujui undang-undang yang memperluas mandat bank sentral. Aturan tersebut mengarahkan Bank Indonesia untuk turut mendukung pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.
Deputi Senior
Destry telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI selama tujuh tahun. Pasar menilai Destry sebagai teknokrat yang kompeten, sehingga pencalonannya dapat membantu meredakan kekhawatiran investor. “Pasar melihat Destry sebagai opsi yang paling aman,” ujar Rully Arya Wisnubroto, Kepala Ekonom dan Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia. “Meski begitu, kami memperkirakan BI akan lebih condong mendukung pertumbuhan secara keseluruhan, sejalan dengan arah pemerintah.” Perubahan di tubuh bank sentral ini berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ketidakpastian kebijakan dan campur tangan negara di bawah pemerintahan Prabowo. Pasar saham Indonesia mencatat penurunan sekitar 25% sepanjang tahun ini, sementara rupiah kehilangan sekitar 6% nilainya.
Dengan kinerja tersebut, keduanya masuk kelompok aset dengan performa terburuk di dunia. Bank sentral telah menaikkan suku bunga tiga kali sejak Mei, dengan total kenaikan mencapai satu poin persentase. Rapat kebijakan moneter berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 19 Agustus. Apabila parlemen menyetujui pencalonannya, Destry akan mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia secara definitif. Parlemen saat ini tengah memasuki masa reses dan dijadwalkan kembali bersidang pada Jumat. Pada hari yang sama, Prabowo diperkirakan akan menyampaikan pidato kenegaraan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pekan depan.