Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) mencatat 35% responden tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Meski begitu, mayoritas responden tetap menilai kinerjanya positif. Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menyatakan bahwa tingkat kepuasan tersebut mencerminkan persepsi masyarakat terhadap pemerintah yang masih cukup stabil. Dalam pernyataan tertulis pada Sabtu, 8 Agustus 2026, Dedi menjelaskan bahwa persentase masyarakat yang merasa puas masih lebih besar daripada yang tidak puas. Kondisi ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat menilai langkah pemerintah masih berada pada arah yang tepat. Secara lebih terperinci, hasil survei IPO menunjukkan bahwa 57% responden menyatakan puas dan 6% lainnya mengaku sangat puas terhadap kinerja Prabowo Subianto.
Dengan demikian, tingkat kepuasan masyarakat secara keseluruhan mencapai 63%. Sementara itu, hasil survei mencatat 30% responden merasa tidak puas terhadap kinerja tersebut, sedangkan 5% lainnya mengaku sangat tidak puas. Selain itu, 2% responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab. Selain mengukur tingkat kepuasan publik, survei IPO memetakan berbagai faktor yang membentuk persepsi politik masyarakat terhadap Presiden Prabowo. Hasil survei menunjukkan bahwa 15,7% responden menempatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai faktor utama. Selanjutnya, 12,5% responden menyoroti langkah aktif Presiden dalam memberantas korupsi. Sementara itu, 11% responden memilih penyaluran bantuan sosial sebagai alasan utama, sedangkan 7,2% responden menilai berbagai program pemerintah telah memberikan manfaat nyata yang dapat mereka rasakan secara langsung.
Gaya Kepemimpinan
Selain itu, 5,8% responden menilai gaya kepemimpinan Presiden tegas dan tidak memihak. Selanjutnya, 4% responden menganggap Prabowo mampu menangani berbagai kondisi krisis, sedangkan 3,8% responden meyakini bahwa ia berhasil memperbaiki keadaan ekonomi. Adapun 3,5% responden menilai Prabowo menunjukkan kepedulian yang tulus terhadap masyarakat. Publik juga membentuk persepsi positif berdasarkan sejumlah aspek lain, seperti kemudahan memperoleh pekerjaan, stabilitas politik, peningkatan kedudukan Indonesia di mata dunia, serta perhatian pemerintah terhadap isu internasional dan kelompok masyarakat tertentu. Dedi mengatakan bahwa hasil survei tersebut memperlihatkan kecenderungan masyarakat untuk memberikan penilaian berdasarkan kebijakan yang menghasilkan manfaat langsung dan konkret bagi kehidupannya.
Ia menambahkan bahwa kendati beberapa aspek masih menjadi sorotan, kinerja Presiden Prabowo Subianto secara umum tetap memperoleh penilaian positif. Walaupun tingkat kepuasan masyarakat masih tergolong tinggi, IPO meminta pemerintah tetap mencermati berbagai sektor yang masih mendapat kritik dari publik. Konsistensi dalam menjalankan program prioritas, disertai pembenahan tata kelola dan peningkatan mutu pelayanan publik, dinilai sangat penting untuk mempertahankan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Survei nasional Indonesia Political Opinion berlangsung pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih melalui metode multistage random sampling. Survei tersebut memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95% dan margin of error kurang lebih 2,9%.