Prabowo: Beri Harapan bagi yang Tak Berdaya

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmennya untuk memberdayakan kelompok rentan dan menekankan pentingnya mempertahankan harapannya. Prabowo berkata, ketika kaum rentan mulai tersenyum, itu pertanda harapan; tugas kita menyalakan harapan bagi yang tak berdaya. Di peluncuran buku Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Prabowo yakin pemerintahannya berada di jalur yang benar. Presiden yakin pemerintah akan terus melangkah di jalur yang benar. Pada kesempatan itu, Prabowo menegaskan prestasi pemerintahan, termasuk respons terhadap masalah jembatan masyarakat. Pembangunan ribuan jembatan memberi manfaat nyata bagi masyarakat; teknologi menangkap aspirasi warga dan pemerintah segera menindaklanjutinya. Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah membangun sekitar 2.500 jembatan di berbagai desa di seluruh Indonesia.

Ia menambahkan bahwa pemerintah desa dapat menangani kerusakan jembatan atau desa tanpa akses karena setiap desa menerima Dana Desa sekitar Rp1 miliar per tahun. Ia mengatakan biaya jembatan desa biasanya sekitar Rp400 juta. Untuk jembatan yang lebih besar, biaya bisa mencapai Rp700–800 juta atau bahkan Rp2–3 miliar. Pada kenyataannya setiap desa beserta perangkatnya mampu menutup biaya ini. Presiden Prabowo menegaskan jika gubernur, bupati, camat, atau kepala desa gagal memenuhi kebutuhan warga, pemerintah akan turun tangan. Presiden menyatakan pemerintah mempercepat renovasi ribuan sekolah, menargetkan lebih dari 70.000 sekolah rampung hingga akhir 2026.

Renovasi Sekolah

Ia mengatakan pemerintah menargetkan merenovasi 100.000 sekolah tahun depan, dan menyelesaikan renovasi seluruh sekolah dalam tiga tahun. Prabowo menegaskan pemerintah akan merenovasi semua puskesmas yang belum diperbaiki lebih dari 30 tahun. Prabowo menegaskan Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Presiden mengatakan kita harus mengakui kesulitan yang masih ada. Banyak warga terus bergulat dengan berbagai tantangan dan kekurangan. Presiden mengajak seluruh lapisan bangsa, tanpa memandang afiliasi politik, golongan, atau kepentingan, bersatu bergotong‑royong mengatasi kemiskinan. Ia menegaskan kita harus menangani tantangan dengan komitmen kuat dan langkah nyata, bukan keraguan atau kurangnya ketekunan.

Presiden mengajak seluruh elemen bangsa—dari berbagai tingkatan, latar belakang dan partai—untuk bersatu berjuang mengentaskan kemiskinan dengan tekad yang kuat, tanpa menyerah atau takut menghadapi kesulitan. Kepala negara mengingatkan para pemimpin di semua tingkatan tentang peran dan tanggung jawabnya, menegaskan bahwa para pemimpin dan pejabat elit di berbagai sektor berkewajiban secara moral untuk merawat serta mengelola aset negara agar dimanfaatkan seoptimal mungkin demi kesejahteraan rakyat. “Saya mengajak kita semua sebagai pemimpin untuk memperkuat tekad sejak sekarang dan melakukan pembenahan pada diri sendiri, institusi, lingkungan serta lingkaran pergaulan; mari berkomitmen menjaga, melindungi dan mengelola sumber daya alam demi sebesar‑besarnya kemaslahatan rakyat.”

Visited 6 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *