Kamera Jebak Temukan Macan Tutul Tersembunyi di Jawa

Di Cikepuh, Jawa, masyarakat mengira macan tutul telah lama menghilang dari kawasan tersebut. Pekan ini, KLHK mengumumkan temuan kamera tersembunyi yang memastikan keberadaan satwa itu. Satwa tersebut merupakan macan tutul Jawa, atau Panthera pardus melas. Kamera tersembunyi itu merekam macan tutul tersebut di suaka margasatwa pesisir selatan Jawa. IUCN menetapkan spesies ini sebagai satwa yang sangat terancam punah. Pada awal 2000-an, sejumlah pihak mengira macan tutul Jawa telah punah di Cikepuh. Kini, para ahli memperkirakan populasinya hanya sekitar 250 ekor di hutan Jawa. Jumlahnya menurun tajam akibat hilangnya habitat dan berkurangnya mangsa.

Perburuan liar serta konflik dengan manusia juga memperparah penurunan populasi tersebut. Spesies ini masih ada di Cikepuh; kamera jebak pemerintah merekam tiga individu: dua berbulu kuning bercorak bintik hitam dan satu berbulu hitam pekat. Kementerian menyatakan delapan macan tutul lagi diduga menghuni kawasan konservasi ini. Djati Witjaksono Hadi, juru bicara kementerian, menyatakan dalam pernyataan bahwa kembalinya spesies ini menandakan keberhasilan pemulihan kawasan konservasi. Sejak runtuhnya rezim Presiden Soeharto pada akhir 1990-an, penyerobotan lahan menjadi masalah di wilayah ini. Erwin Wilianto, petugas proyek di LSM Forum HarimauKita, mengatakan bahwa sebelum 2014 keberadaan macan tutul di Cikepuh belum pernah diteliti secara komprehensif.

Kabar Penampakan

Tahun sebelumnya, kabar penampakan macan tutul mulai ramai; peternak sapi di sekitar melaporkan kucing besar dari hutan menyerang anak sapinya. Serangkaian penelitian—termasuk satu yang dilakukan oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor—memperkuat dugaan bahwa macan tutul masih menghuni suaka tersebut; peneliti dari International Animal Rescue menemukan jejak kaki dan kotoran yang diduga berasal dari macan tutul. Musim kemarau lalu, Badan Konservasi Sumber Daya Alam—unit di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan—memasang kamera jebak; dalam 28 hari pengamatan, ketiga macan tutul terekam sebanyak tujuh kali. Erwin menyatakan bahwa keberadaan macan tutul di Cikepuh kini akhirnya sudah terkonfirmasi.

Hendra Gunawan dari Forum Konservasi Macan Tutul Jawa menyebut bahwa kondisi Cikepuh kini membaik, karena perambahan lahan berkurang dan beberapa area hutan mulai pulih, menjadikannya habitat yang ideal bagi macan tutul. Menurutnya, selama kawasan tempat hidupnya tetap terjaga, macan tutul berpeluang berkembang secara optimal. Macan tutul tersebut hidup dalam kelompok kecil yang terpisah dari populasi lainnya. Populasi terdekat berada di Gunung Jampang, yang jaraknya lebih dari 200 km. Jalur penghubung alami yang dulu menyatukan kedua kawasan ini kini sebagian besar telah berubah menjadi lahan pertanian.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *