Pembatalan Kunjungan Jokowi: Kegagalan Atasi Protes

Protes Islamis yang berujung kekerasan di Jakarta membuat Presiden Joko Widodo membatalkan kunjungannya ke Australia. Jokowi seharusnya tiba pada Minggu untuk kunjungan tiga hari. Agenda mencakup pertemuan dengan Perdana Menteri Malcolm Turnbull, menteri, dan pemimpin bisnis. Protes yang awalnya damai pada Jumat berubah menjadi kekerasan setelah menanggapi tuduhan bahwa gubernur Kristen menghina Al‑Quran.

Turnbull mengatakan Jokowi menelepon Sabtu sore untuk menyampaikan penyesalan karena harus menunda kunjungan. Situasi keamanan yang memerlukan perhatian langsung menyebabkan penundaan itu. Australia memahami penundaan meski menyesal tidak bisa menyambutnya. Mereka sepakat penundaan tidak mengurangi pentingnya kerja sama dan penguatan kolaborasi. Kerja sama itu termasuk upaya menghadapi ancaman terorisme. Sebelumnya, pada September, kelompok Muslim menuduh Gubernur Basuki Tjahja Purnama menghina agama. Basuki kemudian meminta maaf atas pernyataannya.

Gubernur China Pertama

Basuki Tjahaja Purnama, etnis Tionghoa pertama yang menjabat gubernur Jakarta, akan mencalonkan diri lagi dalam pemilihan ulang pada Februari. Saat protes membengkak menjadi sekitar 150.000 orang setelah shalat Jumat, Jokowi menyerukan ketenangan dan mengkritik politisi tanpa menyebut nama karena memprovokasi keadaan; ia menyesalkan insiden pasca shalat Isya yang berubah menjadi kekerasan dan melihat adanya aktor politik yang memanfaatkan situasi.

Menurut laporan, Jokowi yang beragama Muslim berjanji tidak akan mencampuri proses hukum terhadap Ahok dan menegaskan pihak berwenang akan menjalankan proses hukum secara cepat, tegas, dan transparan. Seorang demonstran dilaporkan meninggal akibat serangan asma, 12 orang terluka, dan puluhan lainnya serta personel keamanan dirawat; polisi menembakkan gas air mata dan meriam air, sementara Kapolri Tito menyatakan lebih dari 18.000 personel dikerahkan. Turnbull mengatakan kunjungan akan dijadwal ulang dan negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Australia akan tetap dilanjutkan.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *