Setelah QZ8501: Sorotan Tajam terhadap Kesalahan dan Kelalaian

Kementerian Perhubungan mengumumkan langkah

Kementerian Perhubungan mengumumkan langkah tegas pada hari Senin. Langkah itu menegaskan keseriusan isu keselamatan terkait keberangkatan AirAsia QZ8501 tanpa izin resmi. Tindakan tersebut mencakup penangguhan terhadap operator bandara maupun petugas di menara kontrol.

Djoko Murjatmodjo, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara, mengatakan akan meninjau kembali seluruh izin rute maskapai yang beroperasi. Tinjauan itu bertujuan memastikan kepatuhan maskapai terhadap regulasi yang berlaku.

Ia menyampaikan bahwa pihak berwenang perlu menelusuri kemungkinan pelanggaran serupa di maskapai lain.

Pemerintah mengambil langkah tegas saat tim pencari masih menghadapi cuaca buruk menyisir perairan Laut Jawa. Tim itu mencari jenazah dan puing-puing pesawat AirAsia QZ8501, Airbus A320, yang jatuh 28 Desember 2014. Kecelakaan itu menewaskan seluruh 162 penumpang dan awak pesawat.

Pesawat AirAsia melakukan penerbangan dari Surabaya ke Singapura pada hari Minggu. Otoritas menyatakan izin rute itu seharusnya hanya berlaku Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Maskapai mengubah jadwal tanpa memberitahu pihak terkait. Meski begitu, otoritas Singapura menyebut bahwa penerbangan hari Minggu dari titik akhir telah memiliki izin.

Saat maskapai masih dalam proses penyelidikan, pemerintah pada hari Sabtu memutuskan untuk menghentikan seluruh penerbangan AirAsia di rute Surabaya–Singapura.

Sunu Widyatmoko, Direktur Utama AirAsia Indonesia, mengatakan pada Senin pihaknya siap mendukung evaluasi pemerintah. Ia enggan menanggapi tuduhan pelanggaran izin sampai proses evaluasi selesai.

Djoko menyatakan pihak berwenang akan menangguhkan pihak-pihak utama yang bertanggung jawab atas penerbangan tanpa izin selama penyelidikan berlangsung.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa pada 31 Desember 2014 kementerian mengeluarkan instruksi kepada seluruh maskapai untuk menyampaikan laporan cuaca terkini kepada pilot sebelum penerbangan mulai. Saat ini kapten dan kopilot bertanggung jawab meninjau dan menganalisis kondisi penerbangan. Di beberapa negara lain tim operasi penerbangan maskapai biasanya melaksanakan tugas ini.

Kemungkinan Korupsi

Ia berencana bertemu Komisi Pemberantasan Korupsi pada hari Senin untuk membahas kemungkinan memulai penyelidikan atas praktik korupsi dalam operasi AirAsia. Praktik suap masih lazim dalam dunia bisnis di negara ini dan sering menjadi metode paling efektif untuk memperlancar urusan.

Sejak deregulasi industri penerbangan pada tahun 1990-an, muncul banyak maskapai baru yang membuat perjalanan udara lebih terjangkau bagi masyarakat luas. Namun, sejumlah kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir memicu kekhawatiran serius mengenai keselamatan di sektor yang tengah berkembang pesat. Menurut para ahli, penyebab utamanya meliputi perawatan yang tidak memadai, pelanggaran prosedur serta minimnya tenaga profesional yang terlatih.

Sejak memulai operasinya pada tahun 2001, AirAsia dengan cepat tumbuh menjadi salah satu pelopor dalam sektor penerbangan berbiaya rendah di wilayah ini. Hingga kini, maskapai tersebut belum mencatatkan insiden kecelakaan lain dan secara umum dipandang sebagai standar keselamatan dan profesionalisme dalam industri.

Penyebab jatuhnya penerbangan 8501 ke Laut Jawa belum terungkap, meskipun insiden terjadi 42 menit setelah lepas landas dalam perjalanan yang kira-kira berlangsung dua jam. Sebelum hilang kontak, pilot melaporkan kepada petugas lalu lintas udara bahwa pesawat mendekati awan berbahaya, namun petugas menolak permintaan menaikkan ketinggian karena lalu lintas udara padat. Tidak ada sinyal darurat yang dikirimkan.

Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan bahwa kondisi cuaca buruk kemungkinan turut berperan sebagai salah satu faktor meskipun penyebab pasti belum mereka ketahui.

Pasca hilangnya pesawat, upaya pencarian berskala internasional terus dilakukan. Hingga kini, telah ditemukan 37 jenazah, termasuk tiga yang ditemukan pada hari Senin. Sonar mendeteksi lima objek besar yang diperkirakan merupakan bagian dari badan pesawat di dasar laut. Namun, penyelam kesulitan menjangkaunya akibat arus bawah laut yang kuat dan lapisan lumpur yang menghambat visibilitas.

Hingga saat ini, tidak ada sinyal yang terdeteksi dari perekam suara kokpit, perekam data penerbangan ataupun kotak hitam. Kondisi cuaca yang buruk menghambat kapal dalam upaya menarik perangkat pelacak ping.

Upaya Gagal

Antonius Tonny Budiono dari Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa upaya tersebut kembali gagal pada hari Senin akibat gelombang laut yang terlalu tinggi.

Ketika jenazah para korban dipulangkan secara bertahap ke Surabaya, banyak keluarga yang harus menghadapi proses yang berjalan lambat, disertai rasa cemas bahwa anggota keluarga tercinta kemungkinan tidak akan ditemukan.

Pada hari Senin, keluarga korban diberi kesempatan untuk mendatangi lokasi jatuhnya pesawat di laut sebagai bentuk penghormatan terakhir dan perpisahan dengan orang yang dicintai.

Jenderal Moeldoko, Panglima TNI, menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung keluarga korban yang ingin menyaksikan langsung lokasi jatuhnya pesawat serta perjuangan tim penyelamat menghadapi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem dalam proses pencarian. Ia menambahkan bahwa dua pesawat dan satu kapal perang akan disiapkan untuk mengantar keluarga ke lokasi guna melemparkan bunga sebagai bentuk penghormatan.

Visited 8 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *