Presiden Joko Widodo menekankan bahwa dirinya turut hadir dalam pembukaan turnamen sepak bola Piala Kemerdekaan beberapa waktu lalu, serta Piala Presiden pada hari Minggu, tanggal 30 Agustus 2015, sebagai bentuk dukungan untuk menghidupkan kembali semangat dan dinamika kompetisi sepak bola nasional.
Presiden Jokowi menyampaikan kepada para wartawan bahwa dengan dimulainya kembali kompetisi seperti Piala Presiden dan Piala Kemerdekaan, diharapkan tidak ada lagi pembatasan usia seperti U-17 dan U-15, sehingga semangat sepak bola nasional dapat kembali tumbuh. Pernyataan tersebut disampaikan usai beliau meresmikan pembukaan turnamen Piala Presiden 2015 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada hari Minggu sore, tanggal 30 Agustus 2015.
Ketika ditanya mengenai tenggat waktu reformasi sepak bola secara menyeluruh, Presiden Jokowi menjawab bahwa prosesnya akan dimulai secepat mungkin, diawali dengan evaluasi sebelum masuk ke tahap reformasi. Menurutnya, semakin cepat dilakukan, semakin baik, meskipun tetap membutuhkan waktu. Ia menambahkan bahwa target waktunya akan disampaikan kepada menteri terkait.
Presiden Jokowi menyatakan bahwa ke depannya pengembangan sepak bola nasional akan dimulai dari tingkat usia di bawah 15 tahun (U-15).
Jokowi menyampaikan bahwa fokus pembinaan akan berada pada kelompok usia 10 hingga 15 tahun, dengan memilih sekitar 20 hingga 25 anak untuk mengikuti pelatnas. Langkah ini diharapkan menjadi awal untuk dapat berpartisipasi dalam kejuaraan tingkat Asia.
Dalam pidatonya saat membuka turnamen sepak bola Piala Presiden 2015, Presiden Jokowi menekankan bahwa reformasi dalam dunia sepak bola nasional adalah langkah yang wajib diambil guna memperkuat pencapaian olahraga tersebut di masa depan.
Presiden Jokowi menyatakan bahwa reformasi dalam dunia sepak bola memerlukan tindakan besar dan kesabaran. Ia menambahkan bahwa tidak masalah jika saat ini mendapat sanksi dari FIFA, tidak bisa berlaga di ajang internasional, dan terus mengalami kekalahan dalam pertandingan.
Presiden menginginkan agar turnamen Piala Presiden dapat menjadi momen berkumpulnya kembali para pelaku dunia sepak bola.