Retret 2016 di Semarang Menyisakan Ketegangan Antarpemimpin

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong bertemu Presiden Joko Widodo di Indonesia pada 14 November 2016 untuk Leaders’ Retreat Singapura-Indonesia. Pertemuan itu merupakan pertemuan pertama Lee dengan Presiden Jokowi. Mereka meresmikan Kendal Industrial Park, proyek patungan 2.700 hektare antara SembCorp dan Jababeka, 25 km dari Semarang. Kedua pemimpin menyambut kemajuan positif hubungan bilateral dan menegaskan komitmen mempererat kerja sama yang luas dan beragam. Perdana Menteri Lee dan Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa Singapura dan Indonesia akan merayakan 50 tahun hubungan diplomatik pada 2017. Singapura akan menjadi tuan rumah Leaders’ Retreat selanjutnya. Rangkaian peringatan akan menegaskan luas dan eratnya kerja sama bilateral selama lima dekade. Para pemimpin menekankan kuatnya hubungan ekonomi Singapura–Indonesia dan menunjuk KIP sebagai contoh nyata kerja sama saling menguntungkan.

Singapura menjadi investor terbesar bagi Indonesia selama dua tahun terakhir. Investasinya mencapai $5,9 miliar pada 2015 dan $7,1 miliar selama sembilan bulan pertama 2016. Keberhasilan KIP akan menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan industri di Kendal, Kota Semarang, dan Jawa Tengah. KIP juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur di ketiga wilayah tersebut. Para pemimpin menyambut kemajuan enam kelompok kerja ekonomi bilateral dan mencatat hasil nyata di bidang pariwisata. Menteri Perdagangan dan Industri Singapura S Iswaran menandatangani MoU bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya. Lee dan Jokowi menyaksikan penandatanganan tersebut. MoU ini akan mempererat kerja sama pariwisata dan meningkatkan arus wisatawan antara Singapura dan Indonesia, sehingga memperdalam hubungan antarwarga. Mereka juga menyambut MoU antara Republic Polytechnic dan empat lembaga pariwisata nasional untuk mengembangkan kapabilitas perhotelan dan pariwisata Indonesia.

Sektor Energi

Perdana Menteri Lee dan Presiden Joko Widodo membahas peluang kerja sama antara perusahaan Singapura dan Indonesia di sektor energi. Kerja sama ini diharapkan memperluas akses energi bagi masyarakat Indonesia dan membantu memenuhi kebutuhan energi kawasan yang terus meningkat. Para pemimpin membahas cara memperluas kerja sama bilateral ke sektor baru, termasuk ekonomi digital. Mereka menyambut MoU antara International Enterprise Singapore dan Pemerintah Kota Makassar yang akan mendorong pembangunan Makassar lewat solusi dan teknologi Smart City. Mereka juga mengapresiasi kerja sama sektor swasta Indonesia dan Singapura di ekonomi digital Batam, di mana perusahaan Singapura seperti Microsoft dan Liquid Pay berencana hadir untuk mengembangkan ekosistem digital. Perusahaan dari kedua negara juga tertarik menjajaki pembangunan pusat data di Batam.

Selain itu, MoU antara Temasek Polytechnic dan Politeknik Negeri Batam diharapkan membantu mengembangkan sumber daya manusia terampil untuk memenuhi kebutuhan perusahaan TI di Batam. Mereka sepakat mendirikan Dewan Bisnis Singapura‑Indonesia yang melibatkan pemimpin sektor swasta dari kedua pihak. Inisiatif ini memungkinkan pengusaha saling berjejaring dan memahami peluang di Singapura dan Indonesia. Mereka menegaskan kembali tekad mempererat kolaborasi melawan terorisme, baik antarnegara maupun dengan mitra regional, guna menanggulangi radikalisasi dan kekerasan ekstrem. Perdana Menteri Lee menyambut komitmen Presiden Joko Widodo untuk menangani polusi kabut asap lintas batas yang berdampak pada Indonesia, Singapura dan negara-negara di kawasan, serta menegaskan kembali komitmen Singapura untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam upaya tersebut.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *