Jokowi: Jadwal Kontroversial, Sorotan Diplomatik

Pemerintah merencanakan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Filipina pada hari Minggu. Kunjungan itu merupakan kunjungan bilateral perdana ke luar negeri sejak pelantikannya Oktober 2014. Setelah mengunjungi Malaysia dan Brunei, Presiden akan tiba di Manila pada hari Minggu. Ia akan memenuhi undangan resmi Presiden Filipina Benigno Aquino III dan bertemu dengannya pada hari berikutnya. Departemen Luar…

Baca Selengkapnya

Amnesti Pajak Berisiko Menyelamatkan Dana Gelap dari Singapura

Presiden Joko Widodo berencana menawarkan amnesti pajak untuk mendorong warga memulangkan dana di luar negeri, guna memperkecil defisit transaksi berjalan. Pemerintah akan merevisi aturan agar pemulangan dana bebas pajak, kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Pemerintah juga akan memberi keringanan pajak bagi perusahaan yang menyimpan dana di dalam negeri, tambahnya kepada parlemen pada Kamis. Perubahan ini…

Baca Selengkapnya

Statistik Menyesatkan Narkoba dan Hukuman

Presiden Joko Widodo mendasarkan pernyataannya tentang darurat narkoba nasional dan hukuman mati pada data yang keakuratannya masih menjadi perdebatan. Presiden Jokowi mengungkapkan sekitar 4,5 juta penduduk membutuhkan rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba. Ia juga menyatakan setiap hari 40 hingga 50 generasi muda meninggal karena dampak penyalahgunaan narkoba. Presiden Jokowi menegaskan pemerintah harus mengambil tindakan tegas tanpa…

Baca Selengkapnya

Diplomasi Modern: Keseimbangan atau Ambiguitas Kebijakan?

Indonesia pernah menjadikan konsep kebijakan luar negeri lingkaran konsentris sebagai pilar diplomasi, meskipun kini jarang terdengar. Pengaruhnya menguat saat Mochtar Kusumaatmadja memimpin Kementerian Luar Negeri pada 1978–1988. Kerangka ini tetap berpengaruh hingga pengujung era Orde Baru. Intinya, Indonesia tidak lagi memakai pendekatan globalis ala Presiden Soekarno. Pada masa Soekarno, diplomasi menargetkan kepemimpinan gerakan anti-kolonial dan…

Baca Selengkapnya

UNODC Soroti Indonesia sebagai Episentrum Narkoba Global

Pemerintah berencana menggelar tahap kedua eksekusi mati pada tahun ini. Kejaksaan Agung mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo telah menolak permohonan grasi bagi 11 narapidana, termasuk delapan kasus terkait narkoba. Para terpidana berasal dari Brasil, Prancis, Ghana, Filipina, Nigeria serta dua warga negara Australia. Bulan lalu, negara ini mengeksekusi enam pelaku perdagangan narkoba. Mereka berasal dari…

Baca Selengkapnya

Napalm Death Desak Pembatalan Eksekusi

Dukungan untuk menyelamatkan para pemimpin Bali Nine dari hukuman mati datang dari Napalm Death. Band metal Inggris itu memiliki pengaruh terhadap Presiden Indonesia. Joko Widodo membuat penggemar metal dunia antusias saat kampanye pemilu tahun lalu. Ia mengungkapkan kecintaannya pada Metallica, Megadeth, Lamb of God, dan Napalm Death. Seseorang pernah memotretnya saat memakai kaus Napalm Death…

Baca Selengkapnya

Van Murah GM‑SAIC Tekan Industri Lokal

General Motors bersama mitra asal China, SAIC Motor Corp, berencana mengumumkan ekspansi ke Indonesia dalam waktu dekat. Perusahaan akan memanfaatkan merek Wuling yang terkenal sederhana sebagai langkah awal membangun kehadiran di pasar lokal. Kehadiran itu menjadi titik tolak untuk menjangkau pasar lain di Asia Tenggara. Menurut dua sumber yang mengetahui rencana tersebut, mereka telah mulai…

Baca Selengkapnya

Kontroversi Napalm Death dan Hukuman Mati di Era Joko Widodo

Berita pekan lalu tentang penolakan grasi bagi Andrew Chan dan Myuran Sukumaran mengingatkan publik bahwa reformasi Indonesia belum selesai. Kedua warga Australia itu menghadapi ancaman eksekusi mati oleh regu tembak. Publik patut mengapresiasi upaya Presiden Joko Widodo dalam menyederhanakan birokrasi dan membangun sistem yang lebih akuntabel. Namun, pemerintah masih menghadapi kesulitan besar dalam memperbaiki warisan…

Baca Selengkapnya

100 Hari Jokowi: Skandal dan Turunnya Dukungan

Pada hari Minggu, Presiden Joko Widodo membagikan sebuah kutipan Jawa di laman Facebook-nya: “Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti.” Ungkapan itu menyatakan bahwa kebijaksanaan, kebaikan hati, dan kesabaran dapat melunakkan ketegaran, sikap tertutup, dan kemarahan. Dalam beberapa waktu terakhir, Presiden Jokowi menghadapi situasi yang menuntut tingkat kebijaksanaan dan kesabaran yang tinggi. Seratus hari pertama kepemimpinannya…

Baca Selengkapnya