Van Murah GM‑SAIC Tekan Industri Lokal

General Motors asal China

General Motors bersama mitra asal China, SAIC Motor Corp, berencana mengumumkan ekspansi ke Indonesia dalam waktu dekat. Perusahaan akan memanfaatkan merek Wuling yang terkenal sederhana sebagai langkah awal membangun kehadiran di pasar lokal. Kehadiran itu menjadi titik tolak untuk menjangkau pasar lain di Asia Tenggara.

Menurut dua sumber yang mengetahui rencana tersebut, mereka telah mulai membeli properti di kawasan industri. Kepala GM China, Matt Tsien, akan mengungkapkan rincian kemitraan strategis yang signifikan dalam beberapa hari.

Kementerian Perindustrian melaporkan Jumat malam bahwa General Motors dan SAIC berencana menginvestasikan $700 juta untuk fasilitas produksi dan pemasaran Wuling.

General Motors dan SAIC menjadwalkan memulai pembangunan fasilitas perakitan Wuling pada Agustus 2015. Perusahaan menargetkan memulai produksi pada 2017. Perusahaan merancang pabrik tersebut agar memiliki kapasitas hingga 150.000 unit per tahun. Informasi ini muncul setelah kunjungan delegasi pejabat GM dan SAIC ke Kementerian Perindustrian pada hari Jumat.

Juru bicara General Motors di Shanghai menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan kebenaran rincian yang tercantum dalam laporan tersebut.

Indonesia akan menjadi pasar kedua GM di Asia di luar China. Sebelumnya GM bekerja sama dengan SAIC di India memasarkan van kecil serbaguna Wuling.

Tindakan ini mencerminkan mulai pulihnya hubungan antara kedua perusahaan. Sejumlah pengamat industri sebelumnya menilai hubungan itu mengalami ketegangan perlahan selama beberapa tahun terakhir.

General Motors menyatakan entitas SAIC‑GM‑Wuling, termasuk Wuling Automobile Co sebagai pemegang saham, akan menguasai 80% perusahaan patungan baru. SAIC akan memiliki sisa saham sebesar 20% secara terpisah.

General Motors memiliki 44% kepemilikan dalam entitas SAIC-GM-Wuling, sementara SAIC menguasai 51,1% dan Wuling memegang 5,9%. Dengan komposisi tersebut, porsi saham GM dalam perusahaan patungan baru secara efektif akan setara dengan 35%.

Perusahaan patungan ini akan memproduksi dan memasarkan kendaraan mikro berbiaya terjangkau untuk transportasi penumpang. Perusahaan mengadaptasi model itu dari Wuling, yang produsen jual di China dengan harga di bawah 4.800 dolar AS.

General Motors

General Motors menjalankan penjualan dan produksi kendaraan Chevrolet. Perusahaan juga memasarkan model strategis untuk segmen penumpang kompak, yaitu Chevy Spin.

Tsien mengatakan General Motors dan SAIC memandang kedua merek itu saling melengkapi, bukan saling bersaing. Masing-masing akan diposisikan berbeda berdasarkan harga, mutu produk, dan fitur yang ditawarkan.

Tsien menyatakan bahwa Wuling menitikberatkan pada fungsi optimal, desain yang menarik serta nilai ekonomis yang tinggi. Ia menambahkan bahwa karakteristik tersebut telah terbukti efektif di pasar China, dan pihaknya yakin, di bawah kepemimpinan SGMW, pendekatan serupa akan meraih kesuksesan di pasar lain.

Kepala GM China mengatakan pasar Indonesia semakin tertarik pada van serbaguna berdesain sederhana, biasanya berisi tiga baris kursi untuk tujuh hingga delapan penumpang.

Ia enggan menyatakan secara pasti tipe mikrovan yang akan dia kembangkan serta strategi pemasaran dan penetapan harganya.

Toyota dan sejumlah merek Jepang lainnya akan menjadi pesaing utama karena saat ini mereka menguasai lebih dari 90% pangsa pasar otomotif.

Tsien menyatakan bahwa masih terdapat peluang yang luas untuk dikembangkan dalam pasar ini.

GM dan SAIC mengambil strategi yang mencerminkan pendekatan Nissan Motor Co., yang menghidupkan kembali Datsun untuk menawarkan kendaraan terjangkau kepada konsumen kelas menengah di Indonesia, India, Rusia, dan Afrika Selatan. Nissan mulai memasarkan Datsun pada bulan Mei 2014 lalu dengan harga awal sekitar Rp87,9 juta.

Daihatsu, produsen kendaraan kecil yang bernaung di bawah Toyota, sedang mengintensifkan upayanya untuk mengembangkan mobil dengan harga sekitar $5.000. Langkah ini bertujuan untuk bersaing dengan Datsun dan Suzuki, yang sama-sama menargetkan segmen pasar massal dengan produk berfitur sederhana.

Pembentukan perusahaan patungan baru antara GM dan SAIC mengindikasikan bahwa strateginya untuk memasuki pasar negara berkembang secara global kemungkinan mulai menunjukkan percepatan pertumbuhan.

Sejumlah eksekutif GM, termasuk mantan CEO Dan Akerson, sebelumnya menyampaikan bahwa GM dan SAIC kemungkinan besar akan memperluas kolaborasinya ke luar wilayah India, di mana telah memasarkan microvan hasil rancangan Wuling.

Harga Terjangkau

Tsien menyampaikan bahwa tujuan jangka panjang dari perusahaan patungan baru ini adalah untuk mengekspor kendaraan berharga terjangkau ke negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Kemitraan global antara GM dan SAIC dimulai pada tahun 2010, saat produsen otomotif terbesar China ini mengambil bagian sebagai mitra dengan kepemilikan sebesar 50%. Namun, pada tahun 2012, SAIC nyaris menarik kembali investasinya dengan memangkas porsi sahamnya menjadi hanya 9%, menyusul tantangan yang dihadapi oleh perusahaan patungan tersebut.

Situasi tersebut secara umum dianggap mencerminkan merenggangnya hubungan antara kedua pihak, yang semakin diperjelas pada tahun yang sama ketika SAIC menjalin kemitraan dengan perusahaan lokal di Thailand untuk memasarkan kendaraan tanpa melibatkan GM.

Pada saat itu, perwakilan GM menepis kekhawatiran terkait stabilitas kemitraannya, sambil menegaskan bahwa kedua pihak tetap berkomitmen untuk menjalin kerja sama yang erat di India dan kawasan Asia Tenggara.

Tsien menegaskan bahwa kemitraannya kini berada dalam kondisi yang lebih solid dibandingkan sebelumnya.

“Kemitraan ini dibangun atas dasar saling menghargai, dengan pemahaman yang kuat terhadap kepentingan masing-masing pihak. Kami terus mencari peluang yang memungkinkan tercapainya keuntungan bersama.”

Visited 18 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *