Dana Kehutanan Brasil Mandek di COP30

Fasilitas TFFF, taruhan besar Brasil untuk pembiayaan iklim, meraih komitmen sponsor $6,7 miliar di COP30. Jumlah itu jauh di bawah target awal $25 miliar untuk peluncuran penuh. Negara-negara Global Utara enggan berjanji, sering mengutip keterbatasan anggaran domestik. Meski begitu, pejabat Brasil menilai fasilitas ini dapat berjalan bertahap, dengan skala kecil dan waktu lebih panjang.

Baca Selengkapnya

Proteksionisme dan Regulasi Hambat Pertumbuhan

Indonesia, dengan sekitar 283 juta penduduk, merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dengan PDB sekitar $1,46 triliun pada 2024. Setelah kontraksi tajam pada 2020 akibat pandemi Covid-19, ekonomi pulih kuat dan kembali melampaui level pra‑pandemi pada 2021. Pertumbuhan berlanjut, mencapai 5,3% pada 2022 dan stabil sekitar 5,0% pada 2023 serta 2024. Konsumsi domestik yang kuat,…

Baca Selengkapnya

104 Juta Penduduk dan Upaya Hentikan BAB Sembarangan

Di Kabupaten Lumajang, seorang ibu dari tiga anak mengenang kesulitan yang baru-baru ini menimpa keluarganya. Hanifah mengatakan rumah mereka tidak memiliki jamban sehingga terpaksa buang air besar di sawah, bahkan malam hari menggunakan senter. Kondisi ini berisiko, terutama saat musim hujan karena jalan menjadi licin. Pemerintah menetapkan Lumajang sebagai kabupaten bebas buang air besar sembarangan…

Baca Selengkapnya

Rencana Strategis Indonesia (2026–2030)

Indonesia, populasi terbesar keempat dunia dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, mencatat kemajuan signifikan dalam pengurangan kemiskinan dan pertumbuhan. Sebagai negara berpenghasilan menengah ke atas, anggota G20 dan pemimpin ASEAN, Indonesia mempertahankan pertumbuhan stabil selama lima dekade. Namun tantangan tetap besar: kesenjangan sosial ekonomi, kerentanan iklim, dan hambatan struktural pada perlindungan sosial, kesehatan, gizi.

Baca Selengkapnya

Ekonomi Indonesia Gagal untuk Berinteraksi dengan Dunia

Seiring berlalunya satu tahun masa jabatan Presiden Prabowo Subianto, wajar jika publik merenungkan ambisi pemerintahannya. Presiden menegaskan komitmen mencapai pertumbuhan 8% menjelang pemilihan. Kondisi ekonomi semakin menunjukkan tanda-tanda kesulitan, sehingga sedikit yang layak kita rayakan. Negara harus memperluas pandangannya ke luar batas nasional atau akan gagal memaksimalkan potensinya. Pengamat mempertanyakan angka pertumbuhan PDB 5% belakangan…

Baca Selengkapnya