Kunjungan PM Selandia Baru ke Fonterra Picu Kekhawatiran

Perdana Menteri Selandia Baru

Hari ini Perdana Menteri Selandia Baru John Key mengunjungi fasilitas Fonterra Brands di Cikarang. Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Gellwynn Daniel Hamzah Jusuf mendampingi mereka. Kunjungan ini merayakan kemitraan pertanian yang erat antara Indonesia dan Selandia Baru.

Delegasi, termasuk Menteri Perdagangan Selandia Baru Todd McClay, mendampingi mereka. Delegasi juga mencakup perwakilan Kementerian Pertanian Indonesia. COO Fonterra Farm Source Miles Hurrell turut hadir. Presiden Direktur Fonterra Brands Achyut Kasireddy ikut serta.

Fonterra membangun pabrik di Cikarang untuk memenuhi permintaan susu yang meningkat. Fasilitas tersebut mencampur dan mengemas hingga 87.000 kemasan Anlene, Anmum, dan Anchor Boneeto setiap hari. Fonterra membuka fasilitas senilai Rp340 miliar itu pada September tahun lalu. Ini menjadi investasi terbesar koperasi susu tersebut di ASEAN dalam dekade terakhir.

Menurut Achyut Kasireddy, Direktur Utama Fonterra Brands, hubungan positif antara Selandia Baru dan Indonesia telah terjalin selama 65 tahun, dan Fonterra—sebagai perusahaan terbesar Selandia Baru—telah beroperasi di Indonesia lebih dari tiga dekade.

Kasireddy menyatakan sangat terhormat menerima kunjungan Perdana Menteri Selandia Baru dan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional beserta pejabat tinggi lainnya hari ini untuk merayakan hubungan pertanian dan bisnis yang kuat antara kedua negara.

Menteri Perdagangan Selandia Baru Todd McClay menyambut investasi Fonterra dan menyatakan investasi ini memperluas peluang menarik bagi perusahaan Selandia Baru.

Sangat Potensial

McClay mengatakan pasar ini sangat potensial dan komitmen jangka panjang Fonterra seharusnya mendorong perusahaan Selandia Baru lain mengambil peran lebih besar.

Kasireddy menambahkan bahwa Indonesia termasuk pasar prioritas Fonterra karena koperasi melihat potensi pertumbuhan yang sangat besar di sini.

“Dengan investasi ini, kami mampu memproduksi lebih banyak produk susu bernutrisi tinggi untuk memenuhi permintaan yang meningkat.”

Kasireddy mengatakan bahwa sebagai koperasi milik petani, mereka mendukung perkembangan industri susu dengan bermitra erat bersama komunitas peternak lokal untuk meningkatkan keterampilan melalui program Beasiswa Susu Fonterra yang kini memasuki tahun keempat.

Sejumlah alumni program Beasiswa Peternakan Sapi Perah Fonterra bertemu delegasi untuk membagikan pengalaman mereka selama mengikuti program 12 bulan tersebut. Diselenggarakan bersama Direktorat Jenderal Peternakan, peserta mempelajari praktik peternakan terbaik lewat pelatihan di peternakan dan kunjungan 12 minggu ke Selandia Baru.

Sebagai bagian dari kunjungan, delegasi meninjau fasilitas manufaktur berteknologi tinggi, mencicipi hidangan kreasi koki Fonterra, dan menyaksikan pameran produk konsumen unggulan Fonterra di pasar, yakni Anlene, Anmum dan Anchor Boneeto.

Visited 9 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *