Ketegangan Militer RI-Australia Membayangi

Menurut Menko Polhukam, Indonesia tidak menangguhkan semua bentuk kerja sama militer dengan Australia, meski hal ini bertolak belakang dengan kabar sebelumnya. Pada Rabu, pihak militer menyatakan bahwa mereka menghentikan sementara seluruh bentuk kerja sama karena sejumlah hal masih perlu mereka benahi. Namun, Wiranto menjelaskan bahwa pemerintah hanya membatasi penangguhan itu pada program pelatihan bahasa. Sejumlah pejabat menyebut persoalan ini berkaitan dengan materi pembelajaran yang fasilitas bahasa militer Australia gunakan. Mereka menilai materi pembelajaran tersebut mengandung unsur tidak etis dan mencoreng reputasi militer. Ini bukan pertama kalinya pernyataan resmi terkait persoalan tersebut menunjukkan perbedaan. Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan hubungan dengan Australia masih berjalan baik.

Namun, ia membenarkan telah memberi persetujuan atas penangguhan tersebut, berbeda dengan pernyataan juru bicaranya yang menyebut Presiden tidak terlibat. Sementara itu, Marise Payne selaku Menteri Pertahanan Australia mengatakan bahwa ia optimistis kedua negara dapat segera memulihkan kerja sama tersebut. Mayjen Wuryanto, juru bicara militer, menyatakan bahwa pihak militer mulai memberlakukan penghentian kerja sama ini sejak Desember. Jenderal Gatot Nurmantyo selaku Panglima TNI mengatakan bahwa bahan ajar tersebut menyinggung tentara pada masa lalu, Timor Timur, kemerdekaan Papua, serta Pancasila sebagai dasar ideologi Indonesia. Di Provinsi Papua, konflik separatis berskala rendah telah berlangsung selama hampir 50 tahun. Senator Payne mengatakan bahwa pemerintah Australia akan menyelesaikan investigasi resmi atas sengketa tersebut dalam waktu dekat.

Pemulihan Hubungan

“Saya berharap setelah penyelidikan selesai, Australia dapat menunjukkan kepada Indonesia langkah-langkah yang telah kami ambil untuk menangani kekhawatiran tersebut. Setelah itu, kami dapat membahas pemulihan hubungan secara penuh,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa Indonesia mengangkat isu Papua, sementara Australia tetap mengakui kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia. Selain itu, Senator Payne menolak anggapan bahwa Australia pernah mencoba merekrut perwira Indonesia pada masa lalu. Jenderal Gatot mengemukakan tuduhan tersebut dalam pidatonya pada November. Ia mengatakan bahwa dalam setiap program pelatihan, termasuk program terbaru, pihak terkait biasanya mengirim lima atau sepuluh siswa terbaik ke Australia. Menurutnya, praktik tersebut sudah berlangsung sebelum ia menjabat sebagai panglima, sehingga ia tidak menghentikannya.

Ia mengatakan bahwa sejak dirinya menjadi Panglima TNI, hal ini sudah tidak dilakukan lagi karena ada kekhawatiran para peserta akan direkrut. Senator Payne membantah hal ini dan menegaskan bahwa tindakan semacam ini tentu tidak akan ditoleransi. Menurut laporan media, pasukan khusus Indonesia, Kopassus, menjalani latihan bersama dengan Special Air Service atau SAS di Australia. Angkatan laut dari negara-negara tersebut dijadwalkan berpartisipasi dalam latihan multinasional bersama pada bulan depan. Laksamana Pertama Jonias Mozes Sipasulta dari Angkatan Laut Indonesia mengatakan bahwa keputusan mengenai kelanjutan latihan bersama akan disampaikan kemudian. Hubungan bilateral kedua negara beberapa kali mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir dan bahkan pernah terhenti, meski belakangan muncul tanda-tanda perbaikan. Kerja sama militer kedua negara meliputi berbagai bidang, termasuk pengamanan perbatasan dan upaya penanggulangan terorisme.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *