Kepolisian menyatakan aparat keamanan tengah memperkuat operasi perburuan buronan paling pemerintah cari. Pencarian berbulan-bulan di hutan Sulawesi sebelumnya belum membuahkan hasil. Presiden Joko Widodo menjadikan penangkapan Santoso sebagai prioritas keamanan nasional. Presiden Joko Widodo memberi aparat keamanan tenggat hingga 9 Januari untuk menangkap Santoso. Santoso telah lama menjadi buronan aparat. Namun, penangkapannya terbukti jauh lebih sulit dari perkiraan. Aparat keamanan menambah 500 polisi dan tentara untuk memperkuat 1.600 personel pemburu Santoso.
Analis menilai Santoso berpotensi menginspirasi militan Indonesia yang kembali dari Timur Tengah. “Kami akan memusatkan Operasi Tinombala di Poso dan sekitarnya,” kata Hari Suprapto. Aparat menduga Santoso bersembunyi di wilayah tersebut. Ia menjelaskan bahwa pola kerja sama serta peran masing-masing unsur militer dan kepolisian dalam operasi ini belum ditetapkan secara final. Komitmen pemerintah untuk menangkap Santoso tercermin ketika Presiden Joko Widodo menyetujui operasi militer skala besar pada Maret, sebuah langkah yang menandai kembalinya operasi antiteror besar untuk pertama kalinya sejak insiden pengeboman hotel di Jakarta pada 2009.
Operasi besar-besaran yang melibatkan pasukan darat, kapal perang dan pesawat tempur telah berhasil melemahkan jaringan Santoso. Namun demikian, Santoso sendiri masih berhasil menghindari penangkapan, sementara pihak berwenang meyakini ia tetap memimpin sekitar 40 pengikutnya. Konsentrasi aparat keamanan terhadap perburuan Santoso di Sulawesi Tengah berlangsung di tengah peringatan para analis mengenai semakin kuatnya jaringan pendukung Islamic State yang beroperasi di kawasan penyangga ibu kota Jakarta.
Juru bicara kepolisian, Sulistyo Pudjo Hartono, mengatakan bahwa polisi menangkap tiga tersangka pada akhir pekan setelah menemukan sejumlah peralatan perakitan bom di sebuah rumah yang berlokasi di kawasan dekat Jakarta. Polisi mengungkapkan bahwa ketiga tersangka diduga mempunyai hubungan dengan sejumlah pria yang ditangkap di berbagai daerah di Pulau Jawa bulan lalu, sebuah kelompok yang diyakini sedang mempersiapkan serangan selama masa libur Tahun Baru.