Indonesia Perketat Cengkeraman Komoditas Demi Kemakmuran

Rabu lalu Presiden mengumumkan target ekonomi ambisius 2027 dan rencana memperketat kontrol ekspor komoditas untuk meningkatkan pendapatan. Pengumuman itu datang di tengah menurunnya kepercayaan investor dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kebijakan. Pemerintahan Prabowo mendapat sorotan atas pengelolaan ekonomi senilai 1,4 triliun dolar dan perluasan peran negara. Rupiah berkali-kali melemah terhadap dolar, memicu kekhawatiran tentang independensi bank sentral dan transparansi pasar modal. Tekanan mata uang mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga 50 basis poin pada Rabu, kenaikan tak terduga. Bank sentral memperkuat intervensi valuta, menurunkan cadangan devisa sekitar 10 miliar dolar hingga April. Rupiah melemah sekitar 6 persen pada 2026, menjadikannya salah satu mata uang berkinerja terburuk di Asia berkembang.

Dalam pidato langka di depan parlemen, Prabowo mengumumkan penguatan kendali negara atas sumber daya alam, termasuk sawit dan batubara. Ia mewajibkan penjualan komoditas tertentu melalui perusahaan negara untuk menghentikan kerugian pendapatan sekitar 908 miliar dolar. Prabowo mengatakan bahwa para patriot akan mendukung karena mereka ingin seluruh rakyat menikmati tanah, air, dan sumber daya. Rumor rencana itu memicu kepanikan pasar Selasa lalu, membuat indeks saham utama turun 3,5 persen. Kekhawatiran bahwa perubahan mekanisme harga menekan margin pedagang memperparah aksi jual. Deepali Bhargava dari ING mengatakan kebijakan baru bisa menimbulkan ketidakpastian dan mengganggu rantai pasokan domestik. Ia menambahkan langkah itu menambah kekhawatiran kebijakan terhadap Indonesia. Ia mengatakan kebijakan ini menambah risiko baru pada saat sentimen investor sudah sangat rentan. Jika pelaksanaannya rumit, Indonesia berisiko kehilangan daya saing dan pangsa pasar kepada pemasok yang lebih lincah.

Memicu Kekhawatiran

Kenaikan jenderal purnawirawan ke kekuasaan pada percobaan ketiga setelah kemenangan telak 2024 memicu kekhawatiran investor. Investor menilai agenda ambisiusnya, yang melibatkan pengeluaran besar dan pertumbuhan cepat, berisiko merusak reputasi kehati‑hatian fiskal Indonesia di G20. Moody’s dan Fitch menurunkan prospek peringkat menjadi negatif setelah menilai kredibilitas dan prediktabilitas kebijakan menurun. MSCI memperingatkan masalah transparansi dan potensi penurunan status pasar, yang memicu kejatuhan pasar lebih dari 120 miliar dolar. Rencana merevisi batas defisit menjadi 3 persen PDB menggerus kepercayaan, sementara pemerintah tetap melanjutkan program makan sekolah senilai Rp335 triliun. Dalam pidato berdurasi lebih dari 90 menit, Prabowo menetapkan target defisit fiskal 2027 di kisaran 1,8–2,4% dari PDB, jauh di bawah proyeksi Kementerian Keuangan sebesar 2,9% untuk tahun ini.

Ia juga menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun depan 5,8–6,5% dengan inflasi 1,5–3,5%, berjanji memperkuat swasembada pangan dan merombak lembaga untuk menarik investasi, sambil tetap menyediakan ruang bagi sektor swasta. Prabowo menekankan bahwa jika semua pihak — perusahaan swasta, UMKM, serta pemerintah pusat dan daerah — bersatu dan bekerja sama, maka kemakmuran yang luar biasa bisa tercipta. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sentralisasi ekspor komoditas akan diberlakukan dengan masa transisi tiga bulan dan awalnya mencakup batubara, minyak sawit, dan ferroalloy. Ekspor akan disalurkan melalui perusahaan perdagangan yang ditunjuk pemerintah dan diawasi oleh dana kekayaan negara Danantara, sementara mulai 1 Juni semua eksportir sumber daya alam diwajibkan menyimpan seluruh hasil ekspornya di bank milik negara; Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan bahwa kenaikan suku bunga, intervensi pasar, dan upaya menarik arus modal masuk akan membantu menstabilkan rupiah.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *