Masa depan perdagangan bebas Melanesian Spearhead Group (MSG) bagi Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Fiji dan Vanuatu bergantung pada hubungan dengan Asia, di mana Indonesia sebagai anggota MSG berperan sebagai penghubung menuju ekonomi Asia yang berkembang pesat. Karena total PDB MSG sekitar $23 miliar, pemahaman terhadap karakteristik ekonomi skala akan membantu MSG memposisikan diri secara strategis di APEC. Contoh yang tepat adalah bagaimana MSG dapat memanfaatkan APEC, forum 21 negara dengan total PDB lebih dari $31 triliun. Hubungan baik antara Indonesia dan PNG—keduanya anggota APEC dan MSG—akan memperkuat pengaruh politik MSG sehingga dapat memanfaatkan APEC. Selain APEC, kawasan Asia Pasifik juga menyaksikan rampungnya negosiasi Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) tahun ini, yang membentuk blok ekonomi bernilai lebih dari $28 triliun. Meskipun tidak ada anggota MSG yang tergabung dalam TPP, Indonesia menyatakan niat untuk bergabung.
Salah satu bentuk regionalisme yang berkembang pesat di Asia adalah Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP). Kelompok ekonomi ini mewakili total PDB sekitar $21 triliun. Seluruh anggota ASEAN berkomitmen menjadi pihak dalam RCEP, bersama China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia dan Selandia Baru. Melalui hubungan dengan Indonesia, MSG berpeluang memetik manfaat dari RCEP. RCEP berpusat pada Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) yang baru berjalan. AEC membentuk basis produksi tunggal dengan PDB sekitar $2,3 triliun. Karena Indonesia tergabung dalam AEC, komunitas ini berdekatan secara geografis dengan PNG dan Kepulauan Solomon, sehingga relevan bagi MSG. APEC, TPP, RCEP dan AEC mencerminkan pergeseran geopolitik ke Asia Timur; oleh karena itu, anggota MSG harus mengarahkan kebijakan mereka ke Asia—Kebijakan Melihat ke Utara—sebagai langkah rasional dan mutlak perlu. PNG mengarahkan kebijakan Melihat ke Utara karena 50% ekspornya menuju Asia, terutama Jepang dan China, dan 55% impornya juga berasal dari Asia.
Selain Australia, pasar ekspor utama Fiji meliputi China dan Jepang, sementara sekitar 60% impornya datang dari Asia.
Ekspor Impor
Tujuan ekspor utama Kepulauan Solomon adalah China, sementara sebagian besar impornya datang dari Singapura, China dan Indonesia. Hubungan ekonomi Kepulauan Solomon dengan Taiwan tetap kuat. Indonesia mewakili keanggotaannya di MSG melalui lima provinsi Melanesia: Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur. Total PDB gabungan lima provinsi Melanesia di Indonesia mencapai sekitar $21 miliar, nyaris setara dengan gabungan PDB Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Fiji dan Vanuatu. Empat negara anggota MSG tumbuh rata‑rata sekitar 5%, sedangkan lima provinsi Melanesia di Indonesia mencatat pertumbuhan rata‑rata sekitar 8%. Oleh karena itu, provinsi‑provinsi tersebut memberi MSG daya ungkit ekonomi yang lebih kuat dalam menghadapi pasar ASEAN dan kawasan sekitarnya. Konektivitas antara Indonesia/ASEAN dan MSG sedang diperkuat. Air Niugini mengoperasikan penerbangan langsung dari Bali ke Port Moresby (PNG) dengan sambungan lanjut ke Honiara (Kepulauan Solomon), Nadi (Fiji) atau Port Vila (Vanuatu) dan tersedia pula penerbangan langsung antara Singapura dan Port Moresby.
Sebagai perwakilan Indonesia di MSG, Papua juga terhubung lewat penerbangan langsung Jayapura–Gunung Hagen (PNG), dengan sambungan lanjut ke tujuan lain di wilayah MSG. Perlu dicatat bahwa pembangunan infrastruktur di Papua turut memperkuat konektivitas antara ASEAN dan MSG. Dari total 4.325 km jalan trans Papua, sekitar 3.625 km sudah selesai dan sekitar 700 km masih dalam pembangunan. Sekitar 533 km jalan yang menghubungkan Waropko lewat Tanah Merah hingga Merauke di perbatasan selatan dengan PNG telah rampung. Di perbatasan utara, separuh dari jalan antara Oksibil dan Jayapura juga telah diselesaikan. Meskipun belum sempurna, kondisi ini telah mempermudah aktivitas ekonomi lintas batas Papua–PNG. Jalur tol laut kini menghubungkan secara efektif pusat-pusat utama seperti Jayapura, Biak, Sorong, Misool, Timika dan Merauke. Banyak peluang terbuka untuk mengaitkan pusat-pusat di Papua dengan kota‑kota di PNG, dan kelak dengan seluruh wilayah MSG. Secara keseluruhan, Provinsi Papua dan Papua Barat kini memiliki 16 pelabuhan laut.
Infrastruktur Transportasi
Bandara baru telah diresmikan di Segun, Sinak, Koroway dan Manggelum. Bandara di Kebar, Senggeh dan Kepim juga telah direnovasi, dan 12 landasan pacu diperpanjang. Secara keseluruhan, Provinsi Papua dan Papua Barat kini memiliki 105 bandara, beberapa di antaranya berpotensi menjadi pusat penerbangan menuju Pasifik.
MSG dan Indonesia tak bisa mengesampingkan kenyataan bahwa kepentingan ekonominya saling terkait secara geopolitik; melalui kerja sama, keduanya dapat memanfaatkan peluang yang muncul di Abad Asia.