Institut Promosi Perdagangan dan Investasi Makau bersama Departemen Perdagangan Guangdong menyelenggarakan GMBPF 2016. Pameran berlangsung tiga hari sejak 29 Juli 2016 di Cotai Expo Hall B, Venetian Macao Resort Hotel. Kerja sama ekonomi dan perdagangan Guangdong–Makau memanfaatkan keunggulan komplementer untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kedua wilayah.
Panitia GMBPF tahun ini menghadirkan berbagai unsur baru dengan total 357 stan dan menyelenggarakan acara bersamaan dengan Macao Franchise Expo 2016. Penyelenggara berharap kolaborasi kedua ajang ini meningkatkan dampak acara secara keseluruhan. Kolaborasi menawarkan beragam pilihan produk dan aktivitas hiburan untuk pelaku usaha serta konsumen. Acara juga memberi kesempatan menjajaki pasar baru dan memperluas jaringan bisnis.
Pada hari pertama, panitia mengadakan sesi business matching di Area Pameran & Penjualan Produk Bermerek Guangdong–Makau. Peserta berasal dari Makau, Jieyang, Huizhou, Maoming, dan perwakilan dari Indonesia. Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan sederhana melalui prosesi pemotongan pita. Tamu kehormatan hadir antara lain He Zhongyou, Leong Vai Tac, dan Zhu Hong. Juga hadir Yang Shijun, Zheng Jianrong, Jackson Chang, dan Liao Jingshan. Perwakilan pemerintah kota hadir: Ma Iao Lai, Ma Hua, Zhu Yuwang, Li Xianmao. Turut hadir pula Yang Wenlong, Xu Xiaoxiong, Natan Kambuno, dan Si Tou Tek Lam. Irene Va Kuan Lau hadir sebagai Direktur Eksekutif Institut Promosi Perdagangan dan Investasi Makau.
Seusai upacara, para tamu meninjau area pameran dan berdialog dengan peserta dari Guangdong, Makau serta Indonesia. Kerja sama Guangdong–Makau yang saling melengkapi terus mendorong perkembangan ekonomi dan perdagangan kedua wilayah.
Kerja Sama
He Zhongyou mencatat bahwa di bawah arahan Pemerintah Pusat, Guangdong dan Makau memperdalam serta memperluas Kerangka Kerja Sama Guangdong–Makau. Langkah ini mendorong pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua wilayah secara nyata. Ia menambahkan meski tahun lalu Guangdong melambatkan perdagangan luar negeri dan Makau menyesuaikan ekonominya. Total perdagangan impor‑ekspor Guangdong–Makau tetap tumbuh 3,2% daripada tren sebelumnya. Jumlah proyek investasi langsung Makau di Guangdong naik 65,3% secara tahunan. Nilai kontrak investasi asing meningkat 58,6% dan realisasi investasi asing melonjak 99,3%.
Seluruh angka tersebut menggambarkan keuntungan saling melengkapi dan cakupan yang lebih luas bagi kerja sama ekonomi serta perdagangan antara Guangdong dan Makau. Menurut Leong Vai Tac, sektor MICE—sebagai salah satu pilar utama yang mendukung upaya Makau menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih seimbang dan terdiversifikasi—juga menjadi bidang penting dalam kolaborasi kedua wilayah tersebut.
GMBPF, sebagai pameran tahunan yang menggalakkan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Guangdong dan Makau, sejak pertama kali berjalan pada 2009 konsisten mengusung strategi branding dan spesialisasi sehingga terus berkembang; dalam tujuh tahun terakhir acara ini menarik sekitar 870.000 pengunjung dan memperkenalkan beragam produk Guangdong dan Makau kepada penduduk serta wisatawan Makau. Pada penyelenggaraan tahun ini GMBPF menambahkan sejumlah elemen baru, seperti Area Pameran & Penjualan Produk Indonesia dan Jalan Belanja Barang Antik Guangdong & Makau.
Menarik Pengunjung
Panitia menggelar GMBPF dan MFE serentak di lokasi yang sama, sehingga acara itu menarik lebih banyak pengunjung dan memperluas jangkauan pengaruhnya. Federasi Industri dan Perdagangan Guangdong dan Makau bersama Asosiasi Manajemen Modal Wirausaha Provinsi Guangdong menyelenggarakan Forum Keuangan dan Ekonomi Khas Makau dan mengadakan forum khusus untuk mempromosikan sektor keuangan serta pengembangan ekonomi khas Makau.
Di forum ini, para narasumber utama memaparkan susunan sistem keuangan dan perkembangan terbaru, serta menjelaskan keunggulan, kondisi perkembangan dan arah tren pembiayaan sewa guna usaha (financial leasing) di China. Mereka juga membahas cara memanfaatkan kelebihan Makau untuk membangun sektor keuangan khas yang didukung oleh pembiayaan sewa guna usaha. Pada kesempatan yang sama diadakan upacara penyerahan plakat, yang menegaskan penunjukan 22 perusahaan kota sebagai agen penghubung di masing‑masing kota untuk memfasilitasi kegiatan bisnis dan komunikasi antara Guangdong dan Makau, serta bertugas mempererat hubungan, pertukaran dan kerja sama antar‑perusahaan dari kedua wilayah.