Penolakan Indonesia terhadap Drone AS Picu Ketegangan
Pemerintah menolak permintaan Amerika Serikat agar membeli drone buatan AS dalam perundingan perdagangan.
Peristiwa global, konflik antarnegara dan diplomasi luar negeri
Pemerintah menolak permintaan Amerika Serikat agar membeli drone buatan AS dalam perundingan perdagangan.
Pada Kamis, pemerintah menegaskan kepala negara AS memimpin dewan perdamaian sementara yang tidak memungut biaya keanggotaan, sementara laporan menyebut negara harus membayar US$1 miliar untuk keanggotaan permanen di klub global itu.
Dalam lawatan kerjanya ke Inggris, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan PM Keir Starmer pada Selasa (20 Januari). Pertemuan ini bertujuan memperkuat hubungan dan kemitraan strategis Indonesia–Inggris.
Pemerintah tidak khawatir dan menegaskan bahwa ancaman tarif Presiden AS Donald Trump terhadap mitra dagang Iran hanya akan berdampak kecil bagi Indonesia karena hubungan dagang RI–Iran terbatas.
Indonesia mendesak penghormatan terhadap integritas teritorial Yaman dan mengapresiasi langkah menjaga stabilitas kawasan. Sehari setelah itu, Arab Saudi menyerang pengiriman senjata dari Uni Emirat Arab di pelabuhan Yaman. Arab Saudi menyatakan bahwa pengiriman tersebut untuk pasukan separatis.
Di sela pertemuan Dewan Ekonomi Eurasia di Saint Petersburg, EAEU beserta anggotanya dan Indonesia menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas.
Indonesia dan Inggris menandatangani perjanjian maritim senilai £4 miliar. Kesepakatan ini mengamankan 1.000 posisi kerja di Inggris. Langkah tersebut menandai kemajuan penting bagi perkembangan industri nasional.
Ketidakpercayaannya terhadap umat Muslim tampak jelas. Namun ia tetap berusaha mencari keuntungan di negara-negara mayoritas Muslim.
Park Geun‑hye, Presiden Korea Selatan, menyatakan bahwa hubungan negaranya dengan Indonesia telah memasuki fase baru yang lebih baik.
Pemerintah Indonesia dan Timor Leste sepakat meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral, khususnya di sektor industri, perdagangan dan investasi. Kemitraan ini pemangku kepentingan harapkan membawa manfaat besar bagi kemakmuran kedua negara.