Dalam lawatan kerjanya ke Inggris, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan PM Keir Starmer pada Selasa (20 Januari). Pertemuan ini bertujuan memperkuat hubungan dan kemitraan strategis Indonesia–Inggris.
Di kantor PM di London, Starmer menyambut Presiden Prabowo, berfoto resmi, kemudian menggelar pertemuan empat mata dalam suasana hangat.
Presiden Prabowo mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat selama kunjungan. Ia menyebut beberapa pertemuan telah berlangsung produktif, termasuk pertemuan tentang kemitraan maritim.
“Saya bertatap muka dengan CEO Babcock dan kami senang melanjutkan kerja sama maritim ini. Saya memandangnya sangat penting dan strategis, bagian krusial dari pembangunan ekonomi maritim kita,” ujar presiden.
Di luar sektor maritim, presiden memaparkan agenda lanjutan untuk berdiskusi konstruktif dengan mitra Inggris di bidang lain. “Hari ini, saya akan berdialog dengan para pemimpin bisnis Inggris serta pimpinan universitas anggota Russell Group,” ujar presiden.
“Saya melihat ini sangat produktif, dan saya benar-benar menghargai kerja sama kita, Perdana Menteri,” imbuhnya.
PM Starmer menekankan bahwa lawatan Presiden Prabowo menggambarkan kemajuan relasi kedua negara, terutama setelah tercapainya kemitraan strategis. Terkait perjanjian maritim, ia menyatakan Inggris akan diuntungkan, terutama melalui penciptaan lapangan kerja.
“Terima kasih pula atas perjanjian maritim yang kita tandatangani, meski dilakukan secara virtual di G20. Dampaknya terlihat dari banyaknya lapangan kerja yang sangat penting di Inggris Raya,” kata PM Starmer.
Usai pertemuan, Presiden Prabowo dan PM Starmer melanjutkan pertemuan bilateral dengan delegasi masing-masing, membahas langkah konkret untuk mengimplementasikan kesepakatan dan memperkuat kerja sama.
Pertemuan ini menandaskan komitmen besar Indonesia–Inggris terhadap kemitraan strategis jangka panjang yang mengedepankan saling menguntungkan, sekaligus mendukung pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.