Target Mudah Diserang, Teror Jakarta Guncang Rasa Aman Publik

“Saya sangat ketakutan ketika mendengar ledakan bom hingga merinding,” kata seorang saksi mata serangan teror Jakarta. Serangan bersenjata dan bom oleh militan Islamic State menewaskan tujuh orang serta melukai 20 lainnya. Meski Presiden Joko Widodo menegaskan Indonesia tidak akan menyerah pada terorisme, dampaknya berpotensi meluas ke berbagai daerah. Sebelum serangan terkini mengguncang Indonesia, ANZ Research telah menempatkan negara ini sebagai ekonomi yang menghadapi tantangan paling kompleks di ASEAN. Lembaga tersebut memberikan penilaian kepada Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Menurut Glenn Maguire dari ANZ, Indonesia melemah menjelang 2019. Berbeda dengan negara Asia lain, konsumsi domestik dan belanja pemerintah justru menurun. Penulis mencantumkan pernyataan tersebut dalam laporan tertanggal 8 Januari. Analis memperkirakan data PDB kuartal keempat hanya menunjukkan perbaikan terbatas saat pemerintah umumkan pada Februari. Mereka juga memprediksi perlambatan ekonomi berlanjut sepanjang enam bulan pertama 2016.

Pelemahan ekonomi China turut menekan Indonesia melalui penurunan harga komoditas. Mereka memperkirakan pertumbuhan ekonomi terendah terjadi pada kuartal pertama atau kedua 2016. Saat itu, laju pertumbuhan akan mencapai sekitar 4,5%. Maguire menilai perlambatan tersebut sangat mengecewakan bagi ekonomi Indonesia yang memiliki potensi pertumbuhan PDB sekitar 5,5%. Menurutnya, reformasi ekonomi Jokowi belum memberi dampak signifikan. Reformasi itu mencakup pengurangan subsidi bahan bakar. Pemerintah mengarahkan anggaran ke pembangunan infrastruktur untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Menurut Maguire, enam paket stimulus pemerintah belum mengatasi lemahnya investasi, penyebab utama perlambatan ekonomi Indonesia. Ketidakpastian ekonomi jangka menengah masih menekan minat investasi swasta. Hambatan politik menghambat pengesahan sejumlah regulasi penting. Salah satunya adalah aturan terkait pengadaan lahan. Akibatnya, investasi dan belanja pemerintah tetap rendah. Kondisi ini membuat keduanya belum mampu menjadi penggerak utama program ekonomi Presiden Joko Widodo. Konsumsi rumah tangga, yang menyumbang sekitar 55% terhadap PDB, mengalami tekanan akibat menurunnya pendapatan masyarakat pedesaan dan melemahnya nilai tukar.

Ekspor Komoditas

Pada saat yang sama, ekspor komoditas Indonesia terdampak oleh perubahan model pertumbuhan ekonomi China yang tidak lagi bertumpu pada investasi. Serangan Kamis berpotensi merugikan sektor pariwisata Indonesia. Jokowi mencanangkan target 20 juta kunjungan wisatawan pada 2019, tetapi insiden ini dapat menghambat pencapaiannya. Selain itu, target peningkatan kontribusi pariwisata terhadap PDB dari 9% pada 2014 menjadi 15% juga dapat terancam. Jumlah wisatawan mancanegara pada tahun lalu mengalami kenaikan lebih dari 7%. Serangan terbaru yang menewaskan seorang warga Kanada dan melukai seorang warga Belanda dapat mengurangi minat wisatawan Barat untuk berkunjung. Serangan tersebut juga menyasar simbol-simbol yang identik dengan Barat, seperti kafe Starbucks yang menjadi pusat kejadian, sementara restoran McDonald’s, sejumlah restoran bergaya Barat lainnya, serta kantor PBB berada di kawasan yang sama. Berdasarkan laporan Reuters, jumlah wisatawan asal Belanda yang berkunjung ke Indonesia meningkat hampir 50% dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Peningkatan ini menunjukkan pemulihan yang signifikan setelah penurunan tajam akibat pengeboman di Bali pada tahun 2002 yang menewaskan 202 orang. Juru bicara Kementerian Pariwisata, Noviendi Makalam, menyatakan bahwa arus kunjungan wisatawan ke Jakarta kemungkinan akan melemah dalam waktu dekat. Hal ini penting karena Jakarta merupakan pintu masuk utama yang menyerap sekitar 30% dari total wisatawan asing yang datang ke Indonesia. Kementerian Pariwisata tetap optimistis dan mempertahankan proyeksi kunjungan wisatawan yang mereka sampaikan kepada Reuters. Namun, kekhawatiran atas serangan teror lanjutan dapat menjauhkan wisatawan mancanegara dari Indonesia. Dalam pembaruan imbauan perjalanan yang dirilis pada 14 Januari, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia mengingatkan warganya yang akan berkunjung ke Indonesia, termasuk Bali, agar meningkatkan kewaspadaan mengingat tingginya risiko ancaman terorisme. DFAT menyatakan bahwa mereka terus memperoleh informasi yang menunjukkan kemungkinan adanya perencanaan serangan oleh kelompok teroris di Indonesia. Serangan semacam ini dapat terjadi kapan saja dan di berbagai lokasi.

Meningkatkan Kewaspadaan

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama masa liburan seperti Natal, Tahun Baru, Nyepi, Paskah dan Hari Kemerdekaan. Indonesia menerima lebih dari satu juta kunjungan wisatawan Australia pada tahun 2014, dengan mayoritas wisatawan tersebut mengunjungi Bali yang memiliki karakteristik budaya Hindu yang kuat. Di sisi lain, beberapa korporasi besar Australia, termasuk ANZ dan Commonwealth, juga memiliki basis usaha di Jakarta dan mempekerjakan lebih dari 1.000 karyawan lokal. Pada hari Kamis, Maguire dari ANZ menyatakan bahwa pemulihan sentimen masyarakat yang berlangsung cepat dapat membantu menekan dampak ekonomi akibat serangan teror.

Namun, apabila terjadi serangan susulan, konsekuensi yang ditimbulkan berpotensi lebih besar terhadap sektor pariwisata maupun tingkat konsumsi domestik. Menurutnya, hasil analisis sementara mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun 2016 dapat berada sekitar 0,25 poin persentase di bawah perkiraan awal sebagai dampak dari serangan-serangan tersebut. Pada saat yang sama, mata uang Indonesia dan indeks pasar saham tercatat mengalami penurunan sekitar 1% pada Kamis sore. Sebagai respons terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi, para pengambil kebijakan di Indonesia bertindak cepat dengan menurunkan suku bunga acuan. Untuk pertama kalinya dalam 11 bulan, Bank Indonesia memangkas suku bunga kebijakan sebesar 0,25 poin persentase hingga mencapai 7,25%.

Kontribusi Kebijakan

Kebijakan tersebut berkontribusi pada meredanya tekanan di pasar saham dan mendorong kenaikan nilai obligasi pemerintah. Ekonom DBS Group, Gundy Cahyadi, mengatakan kepada Bloomberg News bahwa Bank Indonesia berpeluang kembali menurunkan suku bunga pada kuartal ini apabila stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga. Namun, ia menegaskan bahwa kemungkinan tersebut masih belum pasti karena BI tetap akan memprioritaskan upaya menjaga kestabilan rupiah di tengah ketidakpastian pasar global. Menurut ANZ Research, tren pelonggaran kebijakan moneter diperkirakan akan berlanjut dengan suku bunga acuan berpotensi turun hingga level 6,5% sepanjang tahun ini.

Prediksi tersebut mempertimbangkan belum efektifnya stimulus fiskal dalam mendorong perekonomian, ditambah risiko penurunan baru yang berasal dari ancaman serangan teror lanjutan. Menurut Nikkei Asian Review, tawaran Negara Islam (Islamic State) berupa fasilitas tempat tinggal dan penghasilan yang tinggi dinilai menarik bagi sebagian masyarakat yang belum merasakan manfaat pembangunan ekonomi Indonesia. Kelompok tersebut dilaporkan telah merekrut lebih dari 500 warga Indonesia untuk terlibat dalam konflik di Timur Tengah. Setelah Bank Dunia memperkirakan bahwa perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih cepat pada tahun 2016, Presiden Jokowi kini dihadapkan pada tantangan yang semakin besar untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat yang sempat terguncang.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *