Lima perusahaan peserta program SCORE menerima penghargaan Paramakarya 2015 dari Presiden Joko Widodo dalam upacara di Istana Kepresidenan. Perusahaan pemenang adalah UD Kreasi Lutvi (Sumatra Utara) dan UD Pelangi Indonesia (Jawa Timur). Mereka termasuk PT Mega Global Food Industry (Jawa Timur), PT Lambang Jaya (Lampung), dan CV Batik 16 Semarang (Jawa Tengah). Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menegaskan perusahaan Indonesia harus siap bersaing baik di pasar domestik maupun internasional. Ia mengatakan sekarang adalah era persaingan yang menuntut peningkatan daya saing perusahaan. Perusahaan yang tidak kompetitif tidak akan bertahan karena persaingan kini antarnegara, bukan antarindividu, kota, atau provinsi. M. Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan, menyatakan dalam siaran pers bahwa pemerintah menyelenggarakan penghargaan ini untuk memberi apresiasi kepada UKM.
UKM itu menerapkan standar mutu dan produktivitas secara aktif di tingkat nasional. Ia menilai kinerja perusahaan penerima penghargaan sebagai contoh positif yang dapat mendorong UKM lain berkembang. Hanif menjelaskan bahwa UKM penerima penghargaan menjalani proses seleksi dan penilaian ketat oleh auditor serta juri independen. Juri berasal dari pemerintah, asosiasi pengusaha, serikat pekerja, akademisi, dan Dewan Produktivitas Nasional. Kriteria seleksi mencakup perusahaan yang menunjukkan bukti upaya dan pencapaian di berbagai bidang. Bidang tersebut meliputi kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus pelanggan dan ekspansi pasar, pengembangan kompetensi SDM dan organisasi. Selain itu, pemantauan serta analisis data, pengelolaan proses, dan hasil bisnis juga menjadi kriteria penilaian. Hanif menekankan perusahaan harus memperbaiki praktiknya untuk mendorong pertumbuhan. Ia mengatakan penerapan teknik dan metode peningkatan produktivitas pada UKM meningkatkan nilai tambah.
Perluasan Usaha
Langkah ini mendorong perluasan usaha dan menciptakan lapangan kerja. Hal tersebut juga meningkatkan kesejahteraan pekerja. Pada akhirnya semua ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional. Yanti, pemilik dan Direktur UD Pelangi Indonesia, menyelesaikan pelatihan SCORE 2015 dan meraih penghargaan, sehingga ia menjadi contoh nyata dinamika produktivitas dan pertumbuhan yang program harapkan. Instruktur dari Pusat Produktivitas Provinsi Jawa Timur membimbing pelatihan SCORE, yang memotivasi perusahaan, membantu memperbaiki praktik kerja secara praktis, dan mendorong perkembangan usaha; sejak itu perusahaan mereka berkembang dari skala kecil menjadi menengah. Karena itu, ia meyakini penyelesaian pelatihan SCORE berperan penting dalam keberhasilan meraih Paramakarya. Karlonta, pelatih dari Lampung yang membimbing PT Lambang Jaya dalam program SCORE, menyoroti manfaat pelatihan bagi perusahaan yang berorientasi pada pertumbuhan dan menargetkan Paramakarya.
Saat melakukan kunjungan tindak lanjut, ia menemukan perubahan signifikan yang mendukung produktivitas, seperti peningkatan kebersihan, penataan area kerja serta perbaikan fasilitas pekerja termasuk toilet, loker dan penyediaan air minum. Menurutnya, pelatihan tersebut terbukti memberikan keuntungan bagi manajemen maupun karyawan perusahaan. SCORE Training adalah program pelatihan pertama yang diikuti PT Lambang Jaya, sehingga Yanti bisa membandingkannya dengan pengalaman sebelumnya; ia menilai SCORE berbeda karena menggabungkan pembelajaran di kelas dengan kunjungan konsultasi langsung ke lokasi. Ia menyoroti pendekatan bertahap yang meliputi perencanaan, pembangunan kerja sama dan pembagian tugas perbaikan, yang diwujudkan lewat pembentukan Tim Perbaikan Perusahaan gabungan antara pekerja dan manajer. Keberhasilan meraih penghargaan mendorong Yanti menetapkan target lebih tinggi: menjadikan metode perbaikan berkelanjutan dan kolaboratif ala SCORE sebagai bagian dari budaya kerja jangka panjang perusahaan.