Presiden Joko Widodo akan mengunjungi Australia untuk mempercepat kerja sama ekonomi kedua negara. Ketegangan terkait program pelatihan militer baru-baru ini melatarbelakangi kunjungan tersebut. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebut kunjungan Presiden bertujuan mempercepat pembahasan IA-CEPA. Indonesia menargetkan perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia selesai tahun ini. Pramono mengatakan pemerintah juga akan memfokuskan kunjungan tersebut pada penguatan kerja sama di bidang lain. Kerja sama itu mencakup keamanan siber, pertambangan, dan penanggulangan terorisme. Presiden akan berada di Australia pada 25 hingga 26 Februari. Presiden melakukan kunjungan balasan itu untuk bertemu Perdana Menteri Malcolm Turnbull. Sebelumnya, Turnbull telah mengunjungi Indonesia pada 12 November 2015. Pemerintah semula menjadwalkan kunjungan Jokowi pada 5 November 2016. Namun, pemerintah menundanya setelah unjuk rasa 4 November berakhir ricuh di depan Istana Negara.
Agenda kunjungan ke Australia tersebut dapat ikut terpengaruh oleh penghentian sementara kerja sama militer antara TNI dan mitranya dari Australia. Meski demikian, belum ada pihak yang memastikan apakah Presiden juga akan membahas pemulihan kerja sama pertahanan antara kedua negara dalam kunjungan tersebut. Indonesia menghentikan sementara sebagian kerja sama militernya dengan Australia setelah materi pelatihan di sebuah fasilitas militer pada Oktober lalu memicu kegaduhan karena menyinggung. Pada 8 Februari, Jenderal Gatot Nurmantyo selaku Panglima TNI menerima permintaan maaf dari Kepala Staf Angkatan Darat Australia, Letnan Jenderal Angus Campbell, atas insiden tersebut. Akan tetapi, Gatot menyatakan bahwa penerimaan permintaan maaf ini tidak mengubah keputusan Indonesia untuk tetap menangguhkan kerja sama militer. Jenderal Gatot termasuk salah satu pejabat tinggi yang mengikuti rapat kabinet terbatas di Istana Negara pada Selasa.
Persiapan Kunjungan
Rapat yang dipimpin Jokowi ini membahas persiapan kunjungan kerja Presiden ke Australia. Partisipasi Gatot dalam rapat kabinet terbatas pada Selasa memunculkan dugaan bahwa isu pemulihan kerja sama militer Indonesia-Australia dapat menjadi bagian dari pembahasan. Selain itu, muncul pertanyaan apakah isu tersebut akan masuk dalam agenda Jokowi ketika bertemu dengan Turnbull. Meski demikian, baik Pramono maupun Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir belum memberikan kepastian mengenai hal tersebut. Menurut Fachir, kunjungan Jokowi ke Australia diarahkan untuk memperkokoh hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia, sekaligus menciptakan kondisi yang mendukung kerja sama saling menguntungkan. Fachir mengatakan bahwa pemerintah akan menggunakan pendekatan antarmasyarakat, sekaligus memperkuat upaya untuk mendorong investasi dan melanjutkan perundingan IA-CEPA. Menurut Fachir, kunjungan dua hari Jokowi ke Australia tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan hubungan antarmasyarakat, tetapi juga mencakup agenda pertemuan bisnis.
Kepala BKPM Thomas Lembong menyatakan bahwa keberhasilan Indonesia mendorong Australia menyelesaikan perundingan IA-CEPA akan menjadi capaian penting. Kesepakatan ini akan menjadi kerja sama bilateral pertama Indonesia di bidang ekonomi dan perdagangan dalam satu dekade terakhir. Tom menyampaikan bahwa negosiasi IA-CEPA berlangsung lancar dan tidak menemui kendala berarti. Ia berharap kesepakatan tersebut dapat diselesaikan tahun ini. Menurutnya, dialog ekonomi antara Indonesia dan Australia memang sangat menitikberatkan pada isu-isu ekonomi. Pernyataan ini ia sampaikan di Istana Negara setelah mengikuti rapat kabinet terbatas. Menurut Tom, pertemuan tersebut menjadi kesempatan baginya untuk menyampaikan perkembangan investasi yang tengah berlangsung antara Indonesia dan Australia, terutama pada sektor pertambangan emas.