Taipan Prabowo Incar Jadi Terkaya

Saat Presiden bertemu miliarder seperti Ray Dalio, orang ini sering mengamati dari balik layar dengan tenang. Kenalan mengatakan ia tampil sederhana—kaus dan jins atau kadang jas—dan pendiam meski fasih berbahasa Inggris. Ia sengaja memilih sikap itu untuk menghindari perhatian publik. Orang mulai lebih memperhitungkan kehadirannya ketika Prabowo merombak tatanan politik lama di Asia Tenggara. Dalam proses itu, Prabowo mengangkat beberapa orang pilihannya ke posisi penting. Saat berbicara kepada investor Jepang di Istana, Prabowo menyebut Andi Syamsuddin Arsyad sebagai pengusaha terkemuka. Peristiwa itu terjadi pada Desember 2024, ketika mereka makan malam bersama para investor. Prabowo mengangguk kepada Andi, dan Andi berdiri sebagai tanda pengakuan. Kejadian itu, dua bulan setelah pelantikan Prabowo, menandai pengakuan publik terhadap Andi. Andi, putra keluarga miskin dari hutan Kalimantan, mengumpulkan kekayaan melalui tambang batubara. Orang mengenal Andi sebagai Haji Isam, julukan yang memadukan gelar haji dan singkatan nama tengahnya, Syamsuddin.

Setelah mendanai kampanye Prabowo pada 2024, Andi segera menjadi salah satu pengusaha kesayangan presiden, sementara beberapa keluarga kaya lama tersisih. Sehari setelah pelantikan, Prabowo terbang ke Batulicin, kampung halaman Andi, untuk mengucapkan terima kasih secara langsung. Orang-orang yang mengenal Andi dengan baik mengatakan ia tak punya ambisi politik, sehingga mereka menilai ia bukan ancaman bagi Prabowo. Andi mengaku bermimpi menjadi kaya, bahkan mungkin menjadi orang terkaya di Indonesia. Ambisi itu terlihat berani dan bisa mencerminkan keinginannya meninggalkan warisan selain kekayaan. Ia juga mendirikan Yayasan Haji Isam yang memberi beasiswa pendidikan dan menyelenggarakan ibadah umrah gratis ke Mekah. Untuk mencapai ambisinya, koneksi dengan Presiden sangat penting. Sebagian besar bisnisnya tidak tercatat di bursa, sehingga orang sulit memastikan kekayaannya; kenalan menilai nilainya melampaui Rp10 triliun. Mereka menilai itu karena ia mampu mengeluarkan lebih dari Rp1 triliun untuk membiayai pencalonan Prabowo.

Memperkuat Pembangunan

Juru bicara Prabowo mengatakan pertemuan dengan pemimpin bisnis, investor, akademisi, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lain bertujuan memperkuat pembangunan ekonomi. Juru bicara Badan Komunikasi Pemerintah menegaskan data pendanaan kampanye bersifat terbuka. Pemerintah memperlakukan komunitas bisnis secara setara; investor yang mematuhi hukum dipandang sebagai mitra. Pemerintah menegakkan hukum tanpa pengecualian. Tim Prabowo mengeluarkan sekitar Rp208,2 miliar untuk kampanye presiden 2024, jumlah itu menempati posisi kedua tertinggi. KPU mempublikasikan total dana masuk dan keluar, tetapi tidak mencantumkan nama donor tanpa persetujuan. Dokumen pengajuan menunjukkan kampanye Prabowo tidak mencatat sumbangan individu atau kelompok luar. Kampanye menerima jasa senilai sekitar Rp7,8 miliar dari perusahaan swasta dan entitas nonpemerintah. Kritikus menilai kampanye kemungkinan melaporkan pengeluaran lebih rendah daripada kenyataannya. Pasca pemilihan, Indonesia Corruption Watch mendesak keterbukaan yang lebih besar mengenai donor kampanye.

KPU menjelaskan bahwa mereka tidak mengungkap identitas donor karena undang‑undang melindungi data pribadi tersebut. Idham Holik mengatakan peraturan pemilu mewajibkan kandidat melaporkan donor ke komisi, tetapi komisi tidak wajib mempublikasikannya. Prabowo memandang Andi sebagai penyokong dana strategis, terutama jika ia mencalonkan lagi pada 2029. Banyak pihak juga menganggap Andi sebagai penyeimbang terhadap taipan lama, kebanyakan etnis China, yang sering menghadapi kebijakan keras. Pemerintah menerapkan kebijakan seperti penyitaan lahan dan penagihan pajak. Pemerintah juga memberi tekanan agar mereka membeli obligasi Patriot dengan imbal hasil di bawah pasar. Dengan mengangkat Andi, Prabowo menunjukkan bahwa ia tidak sepenuhnya meninggalkan pola kekuasaan oligarki di Indonesia. Joko Widodo, pendahulu Prabowo, pertama kali memperkenalkan kedua pria itu.

Aktor Berpengaruh

Faris Al‑Fadhat, profesor ekonomi politik internasional di UMY, mengatakan tokoh seperti Andi lebih efektif sebagai aktor berpengaruh. Lewat jaringan negara‑bisnis mereka menentukan kebijakan, alokasi sumber daya, dan keseimbangan politik, tambahnya. Mereka biasanya menjalankan pengaruh dari balik layar, bukan melalui jabatan publik. Trissia Wijaya, McKenzie Fellow di University of Melbourne Asia Institute, sepakat dengan penilaian itu. Ia mencatat bahwa selama pemerintahan Jokowi Andi beroperasi di balik layar. Kini Andi secara terbuka menegaskan posisinya sebagai salah satu kelompok bisnis‑politik utama. Ini menandai kemunculan kelompok bisnis baru yang kepentingannya selaras dengan Prabowo, ujarnya. Namun aliansi itu tidak tanpa batas, kata mereka. Hal ini paling jelas ketika presiden tiba‑tiba membentuk badan negara baru pada akhir Mei. Badan itu mengendalikan ekspor minyak sawit, batubara, dan ferro‑alloy. Prabowo menyimpan rencana ini dari beberapa penasihat, dan pengumuman tersebut mengejutkan Andi, menurut orang‑orang yang mengetahui.

Puluhan tahun praktik patronase di Indonesia memperlihatkan bahwa aliansi bisa runtuh sama cepatnya seperti terbentuk. Andi menonjol karena jaringan aksesnya dan kelincahan dalam bermanuver. Seorang rekan bisnis yang pernah berurusan dengannya mengatakan Andi sering menyatakan niat berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Ia menampilkan citra sederhana sebagai strategi untuk menyamarkan pengaruhnya. Rekan itu menggambarkan Andi sebagai negosiator yang lihai. Andi kini mengelola lahan pertanian seluas satu juta hektare di Papua. Sumber mengatakan Andi mengajukan kuota penambangan batu bara sekitar 60 juta ton tahun ini. Jumlah itu hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Jika disetujui, kuota menempatkan Andi di antara lima penambang terbesar Indonesia. Sumber belum mengonfirmasi apakah pihak berwenang akhirnya memberikan kuota itu, dan tidak ada pihak yang mempublikasikan angka-angka tersebut.

Muslim Taat

Bertubuh pendek dan berotot, Andi adalah seorang muslim yang taat dan tidak minum alkohol. Ia sering bepergian dengan jet pribadi, dan dokter pribadinya kerap menemaninya; ia juga mengoleksi properti mewah di Jakarta. Konglomeratnya, PT Jhonlin Group, menjalankan bisnis pertambangan batu bara dan nikel serta berinvestasi di mata uang kripto. Meskipun namanya kurang terkenal di luar Indonesia, ia lebih sering berinteraksi dengan investor dari China, Jepang, dan Afrika. Perjalanan hidupnya menggambarkan pergeseran di kalangan elit bisnis Indonesia: dari generasi industrialis yang selama puluhan tahun membangun konglomerat besar dan stabil, menuju eksekutif muda beragama Islam yang berakar kuat di kepulauan ini. Kelompok baru seperti Andi umumnya menanggung beban politik yang lebih ringan.

Kelompok ini cocok bagi seorang presiden yang menjalankan kekuasaan lewat lingkaran kecil berisi orang-orang kepercayaan yang mudah bekerja sama. Mereka memahami bahwa langkah maju adalah mendukung visinya tentang intervensi sosial dan menanamkan investasi di berbagai sektor, mulai dari perkebunan pangan hingga program makan bergizi gratis di sekolah. Untuk menonjolkan kecakapan bisnisnya, Andi kerap mengangkat kisah hidupnya yang ia gambarkan sebagai perjalanan dari kemiskinan menuju kekayaan. Dalam wawancara langka dengan Tempo pada 2010, ia menceritakan bahwa sebagai salah satu dari 15 bersaudara, ia pernah bekerja sebagai sopir truk setelah pulang sekolah. Menurutnya, titik balik terjadi pada 2003 ketika ia bertemu pemilik tambang batu bara yang meminjamkan modal untuk menyewa alat berat bagi usaha kontraktornya.

Jhonlin—nama dari anak-anaknya, Liana dan Jhony—berkembang menjadi pemilik tambang serta bisnis infrastruktur, angkutan truk, dan pengiriman. Andi membangun bandara pribadi di kota kelahirannya, berdekatan dengan deretan rumah mewah miliknya. Andi terlibat sengketa hukum yang mendapat sorotan publik dengan komunitas adat terkait kepemilikan tanah. Pihak berwenang menangkap beberapa jurnalis yang menyelidiki dugaan malpraktik perusahaannya dengan tuduhan pencemaran nama baik pidana.

Penguasaan Lahan

Pada 2020, polisi menangkap seorang jurnalis yang melaporkan bahwa sebuah suku di Kalimantan Selatan mengadu ke pihak berwenang mengenai dugaan penguasaan lahan oleh PT Jhonlin Agro Raya—satu-satunya perusahaan besar Andi yang tercatat di bursa. Perusahaan ini membantah tuduhan tersebut. Beberapa anggota suku kemudian mengajukan laporan polisi terhadap jurnalis ini, menyatakan bahwa mereka tidak pernah membuat tuduhan tersebut. Dalam laporan terpisah Tempo 2010, muncul tuduhan praktik korupsi yang melibatkan beberapa anggota kepolisian dan eksekutif perusahaan batu bara di Kalimantan Selatan, termasuk Andi. Dalam wawancara, Andi membantah klaim tersebut dan menyatakan ia tidak memiliki wewenang untuk mengendalikan polisi. Pihak berwenang akhirnya tidak mengajukan dakwaan. Seorang rekan lama Andi menggambarkannya sebagai pengusaha yang sangat cerdas. Rekan itu mengatakan, meski Andi jarang menanggapi spekulasi tentang gaya bisnisnya yang agresif, ia pernah mendengar Andi berseloroh bahwa reputasi seperti itu bukanlah hal buruk.

Analis memperkirakan bisnis batubara konglomerat tertutup ini akan menghasilkan penjualan sekitar Rp50 triliun tahun ini berdasarkan perbandingan dengan proyek dan perusahaan sejenis. Jhonlin Agro Raya mencatat kapitalisasi pasar sekitar Rp17 triliun juta dan mengamankan kontrak biodiesel dengan anak perusahaan PT Pertamina Persero. PT Eshan Agro Sentosa menguasai mayoritas perusahaan ini, dan Jhonlin mengendalikan PT Eshan Agro Sentosa. Kekayaannya masih kalah jauh daripada beberapa taipan lain, termasuk taipan era 1960-an yang muncul saat rezim Soeharto mulai berkuasa. Bloomberg Billionaire Index mencatat Sukanto Tanoto, pemilik konglomerat Royal Golden Eagle yang bergerak di minyak sawit, kehutanan, dan gas, sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan sekitar Rp400 triliun. Beberapa taipan senior Indonesia yang lebih mapan memperhatikan Andi, dan menurut orang-orang yang mengetahui interaksi tersebut, beberapa di antara mereka memuji kecerdasan bisnisnya dalam percakapan pribadi.

Sangat Teliti

Beberapa orang yang pernah berurusan dengannya menyebutnya sangat teliti terhadap hal‑hal operasional kecil. Saat mendirikan pabrik atau fasilitas produksi, ia kerap menanyakan secara rinci berapa pekerja dan bagaimana jalan akan mereka bangun agar pengiriman berjalan efisien. Dalam rapat ia bersikap tenang dan penuh pengamatan. Namun saat makan bersama ajudan kepercayaannya, ia tampak lebih rileks, sering bercanda dan tertawa. Ia memperhatikan dengan seksama praktik bisnis para investor China yang dia kenal dan berusaha menirunya. Pada Januari, Wang Shudong, Ketua China Coal Energy, memimpin delegasi untuk bertukar bisnis ke Indonesia dan sempat bertemu dengan Andi.

Beberapa orang di perusahaan batubara milik negara China mengatakan China Coal kemungkinan akan bermitra dengan Andi untuk mengembangkan proyek penambangan batubara bawah tanah di Indonesia, karena kesempatan membuka tambang terbuka baru semakin berkurang. Cadangan batubara permukaan yang mudah diakses di Indonesia perlahan menipis, sehingga penambangan bawah tanah menjadi salah satu dari sedikit jalan tersisa untuk pengembangan sumber daya dalam skala besar. Meskipun kuota menyebabkan penurunan produksi yang tajam bagi pihak lain dan, menurut asosiasi industri, berpotensi memicu hilangnya lapangan kerja, batubara tetap menjadi sumber utama arus kas Andi. Tahun lalu ia melakukan serangkaian akuisisi tambang, beberapa di antaranya berada di luar basis utamanya di Kalimantan Selatan. Secara tidak biasa, ia menghentikan penjualan batubara ketika harganya turun di bawah ambang tertentu, alih‑alih bergantung pada indeks seperti kebanyakan penambang lain, kata sumber. Kebijakan ini membatasi kerugiannya saat harga melemah, meskipun harga acuan berjangka naik sekitar 23% tahun ini.

Kehadirannya di sektor nikel relatif kecil namun terus bertumbuh. Andi menguasai setidaknya dua tambang melalui pihak ketiga dan telah menjalin kemitraan dengan CNGR Advanced Material Co., produsen komponen baterai asal China yang tercatat di bursa China dan Hong Kong.

Pabrik Peleburan

Ia mengambil 21,1% saham di perusahaan publik PT Abadi Nusantara Hijau Investama, yang dipakai CNGR untuk menampung sebagian asetnya di Indonesia senilai Rp936 miliar. Awalnya mereka berencana membangun pabrik peleburan di Kalimantan Selatan, namun kemudian beralih membangun pabrik bahan aktif prekursor katoda yang diresmikan pada Januari oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Sumber yang mengetahui perkara ini menyebut Andi berperan penting dalam mendorong ekspansi CNGR di Indonesia, termasuk mengurus perizinan dan akuisisi tambang. Konglomerat lain dari China daratan, seperti Tsingshan Holding Group, juga mendapat pengawasan pemerintah karena catatan lingkungannya. Misalnya, Tsingshan dikritik oleh Sjafrie, penasihat utama Prabowo, terkait pembangunan bandara pribadi di kawasan industrinya di Sulawesi Tengah, yang menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan dan regulasi.

Andi juga menguasai mayoritas saham di sebuah kawasan industri baru yang diusulkan di Malili, Sulawesi Tenggara, melalui perantara. Sahamnya di lokasi yang direncanakan untuk menampung pabrik Zhejiang Huayou Cobalt dan PT Vale Indonesia ini dibeli dari Zhejiang Huayou Cobalt hanya seharga Rp8 juta, menurut laporan tahunan perusahaan—harga simbolis tersebut mencerminkan pengaruh besar Andi terhadap pejabat setempat. Di sisi lain, usaha kelapa sawitnya tergabung dalam Jhonlin Agro Raya, dengan putranya menempati posisi komisaris utama yang setara ketua dewan. Perkebunan ini relatif kecil, namun memasok bahan baku ke pabrik pengolahan biodiesel yang diuntungkan oleh kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pencampuran biodiesel dalam pasokan bahan bakar nasional. Baru-baru ini Andi memperoleh izin untuk menjalankan bursa mata uang kripto kedua di Indonesia. Bursa pertama didirikan oleh Hashim Djojohadikusumo, adik dari Prabowo.

Orang‑orang terdekat Andi mendorongnya untuk menyebarkan asetnya, misalnya dengan membeli properti, serta memperluas jaringan bisnis ke luar negeri; mereka merekomendasikan Singapura, Malaysia, India dan Afrika Selatan sebagai pilihan.

Wakil Bendahara

Meskipun kebanyakan berperan di balik layar politik, Andi pernah menjabat sebagai wakil bendahara untuk kampanye pemilihan kembali Jokowi pada 2019. Menjelang akhir masa jabatannya, Jokowi menyetujui pembentukan kawasan ekonomi khusus di sebuah kabupaten di Kalimantan Selatan yang diajukan oleh unit Jhonlin, lengkap dengan berbagai fasilitas seperti keringanan pajak. Saat Jokowi memperkenalkan Andi kepada Prabowo, Prabowo meminta dukungan Andi untuk kampanye presidennya pada 2024. Hashim, yang sebelumnya menjadi penyumbang dana utama bagi Prabowo, menghadapi masalah pendanaan—sebagian karena membiayai ambisi politik saudaranya—kata Hashim di pengadilan Swiss yang menangani sengketa pajak, menurut laporan Financial Times 2024. Sumber yang mengetahui pendanaan menyatakan Andi menyumbangkan triliunan rupiah, jauh melebihi permintaan awal.

Mereka menambahkan Prabowo marah karena sumbangan dari taipan lain lebih kecil. Kini bisnis Andi tampak berbeda dibanding beberapa taipan lain setelah Prabowo memperketat audit pajak dan melakukan penyitaan terhadap jutaan hektare perkebunan sawit dan tambang. Andi juga mendorong sepupunya, Andi Amran Sulaiman, agar tetap menjabat sebagai Menteri Pertanian di bawah Prabowo setelah pengangkatannya oleh Jokowi pada 2023. Sementara itu, saudara iparnya, Sulaiman Umar Siddiq, yang dulu menjabat Wakil Menteri Kehutanan, kini tidak lagi berada dalam kabinet atau pemerintahan, dan posisi kerjanya saat ini tidak jelas. Kini Andi menghabiskan sebagian besar waktunya di Jakarta. Rumah utamanya berada di kawasan eksklusif Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menurut daftar online, properti di area tersebut bernilai sekitar Rp100 miliar.

Properti Mewah

Kompleks rumah berderet ini memadukan berbagai gaya arsitektur—dari rumah neoklasik berwarna biru muda hingga vila putih megah yang mengingatkan pada resor mewah di Bali—lengkap dengan jendela berbilah besar dan teras atap. Lokasinya menghadap markas besar Polri dan beberapa kantor kementerian, serta hanya berjarak beberapa rumah dari kediaman Prabowo yang telah lama ditempati. Andi juga membeli properti mewah lain di lingkungan elit sekitar, yang kerap ia robohkan lalu dibangun ulang menjadi rumah bergaya Eropa. Properti di kawasan tersebut bisa bernilai hampir Rp100 miliar. Ia sering mengendarai Toyota FJ Cruiser—SUV bergaya retro yang kini sudah tidak diproduksi dan terkenal kemampuan off‑road‑nya—dan meski gemar memakai kaos, banyak koleksinya berasal dari merek mewah seperti Loro Piana dari Italia.

Al-Fadhat dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menilai bahwa Andi dan taipan‑taipan baru lainnya kemungkinan akan menjadi semakin sulit dikendalikan. “Seiring bertambahnya taipan baru yang menggalang modal lewat akses khusus ke proyek negara dan jejaring kebijakan, mereka tak lagi sepenuhnya bisa dikendalikan oleh negara. Mereka cenderung mengonversi kekuatan ekonomi menjadi pengaruh politik yang mandiri dan perlahan menegosiasikan ulang posisinya terhadap negara.” Untuk saat ini, kedua pria ini tampak menghargai manfaat aliansinya. Sekitar seminggu setelah Hari Kemerdekaan pada Agustus, Prabowo menganugerahi Andi penghargaan sipil tingkat kedua di negara ini sebagai pengakuan atas perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dan Andi menjadi satu‑satunya taipan yang menerima penghargaan tersebut.

Visited 6 times, 3 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *