Aman Itu Makin Langka di Perjalanan Pulang

PT Freeport Indonesia (PTFI)

Pada Jumat, 24 Juni, PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi meluncurkan layanan penerbangan menuju sejumlah wilayah pedalaman. Layanan ini untuk karyawan Papua dari tujuh suku: Amungme, Kamoro, Damal, Dani, Nduga, Mee, dan Moni, beserta keluarga. PTFI memudahkan akses transportasi dari Timika ke kampung pedalaman masing-masing melalui program ini. Tahap awal melayani Ilaga, Beoga, Wamena, Paniai (Enarotali), dan Deiyai (Waghete). Rute lainnya mencakup Dogiyai (Moanemani) serta Intan Jaya (Sugapa), sehingga total tujuh tujuan dataran tinggi.

Saat ini, 39% atau sekitar 4.242 karyawan PTFI merupakan orang asli Papua, dan mayoritasnya berasal dari komunitas tujuh suku. Perusahaan menaruh perhatian serius pada kebutuhan karyawan dari tujuh suku, salah satunya melalui penyediaan layanan penerbangan domestik.

Sebelumnya, saat berlibur ke kampung pedalaman Papua, karyawan harus menempuh rute lebih jauh dan transit di Jayapura. Pasalnya, tidak ada maskapai yang menyediakan penerbangan reguler langsung dari Timika ke tujuannya.

Tujuh Suku

William Rising menyampaikan di Terminal Pioneer Bandara Mozes Kilangin bahwa layanan ini membantu karyawan tujuh suku. Layanan ini memudahkan perjalanan mereka saat pulang kampung dan kembali ke Timika. Ia menegaskan, program tersebut akan mendukung aktivitas pulang kampung dan kepulangan karyawan ke Timika melalui penerbangan reguler.

GB Kenelak, yang berpidato mewakili serikat pekerja PUK SP-KEP SPSI PTFI, menyampaikan bahwa program penerbangan khusus bagi karyawan Papua dari tujuh suku merupakan hasil kesepakatan dalam perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke-19 antara serikat pekerja dan manajemen PT Freeport Indonesia. Kenelak mengatakan pihaknya telah menantikan program ini selama bertahun-tahun. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PTFI atas penyediaan fasilitas tersebut melalui PKB ke-19, seraya berharap layanan penerbangan pulang-pergi ke kampung halaman ini turut membantu mendorong perekonomian desa masing-masing.

Peluncuran layanan ini ditandai dengan pemukulan gendang tifa secara simbolis oleh Ketua PUK SP-KEP SPSI PTFI, Sudiro, yang disaksikan oleh William Rising (Wakil Presiden PTFI Bidang Bisnis Strategis dan Transportasi), Ferdinand Deda (Kepala Pemangku Kepentingan IR) serta para undangan lainnya. Usai prosesi tersebut, para tamu undangan berkesempatan meninjau armada pesawat yang melayani rute penerbangan dan kemudian berfoto bersama di depan armada tersebut.

Maskapai penerbangan yang melayani penerbangan ke destinasi pedalaman di dataran tinggi adalah Airfast Indonesia, Jhon Lin Air dan MAF, dengan pesawat Twin Otter dan Grand Caravan.

Visited 2 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *