Pada Minggu, 8 Februari, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali tekad pemerintah menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat. Ia menegaskan pula upaya mewujudkan kemakmuran sesuai amanat UUD 1945.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen itu dalam sambutannya pada Mujahadah Kubro memperingati 100 tahun Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur.
Ia menyatakan bahwa konstitusi menetapkan tugas utama negara adalah melindungi bangsa dan tanah air. Ia menerima amanat ini dan memaknai perlindungan bangsa sebagai perlindungan terhadap rakyat. Ia menambahkan bahwa keadilan dan kemakmuran hanya bisa terwujud jika kekayaan negara dikelola secara jujur dan bertanggung jawab untuk kepentingan rakyat.
“Kita tidak boleh ragu; saya dan pemerintah akan tegas memerangi korupsi, penipuan, manipulasi serta perampasan kekayaan rakyat. Saya tidak akan goyah atau mundur sedikit pun.”
Presiden mengatakan pemerintah membuktikan komitmen ini lewat langkah konkret, seperti menjamin akses pupuk yang adil dan terjangkau bagi petani, mewujudkan swasembada beras, serta menekan harga pangan.
“Alhamdulillah, untuk pertama kali dalam sejarah republik, cadangan beras pemerintah mencapai level tertinggi. Sejak 31 Desember 2025 kita telah mencapai swasembada beras, dan insya Allah swasembada jagung segera menyusul. Dalam tiga tahun ke depan kita menargetkan tercapainya swasembada pangan penuh. Kita tetap bertekad menurunkan harga pangan bagi seluruh rakyat.”
Selain itu, pemerintah memperluas jaring pengaman sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah juga memprioritaskan penciptaan lapangan kerja, percepatan industrialisasi nasional serta penyediaan jutaan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen menjadikan Indonesia negara maju di mana seluruh warga menikmati kemajuan dan kualitas hidup layak; kami sedang membangun jutaan rumah terjangkau bagi yang membutuhkan.”