Vishal Mehta, Direktur Pelaksana McCann, menyatakan dialog kreatif kini mengalami perbaikan. Ia mengatakan masyarakat mulai meninggalkan kolektivisme, dan transisi ini memengaruhi suasana hati bangsa.
Mehta menambahkan bahwa dulu segala sesuatu berlangsung secara kolektif, namun kini orang mulai ingin tampil sebagai individu. Ia mengatakan merek-merek kini mengangkat tema mengejar impian, mencerminkan sikap yang lebih positif dan optimis.
Mehta mengamati berbagai merek, dari telekomunikasi hingga rokok, mengikuti perubahan budaya ini, namun tantangan utama tetap menemukan suara kreatif sendiri. Walau budaya kita kaya dan khas sebagai sumber inspirasi, pengaruhnya besar. Namun karya luar biasa yang benar-benar mencerminkan identitas bangsa masih sangat sedikit.
Salah satu pengecualian adalah film online 2014 Ada Apa dengan Cinta yang melanjutkan versi 2002. Film itu menampilkan pemeran asli dari film sebelumnya.
Mehta menyebut film aslinya sangat ikonik. Ceritanya tentang sepasang kekasih SMA yang berpisah ketika sang pria melanjutkan studi ke luar negeri. Menurutnya, Line dengan cerdik memanfaatkan premis ini untuk mempertemukan kembali teman-teman sekolah melalui platformnya.
Mehta menyatakan bahwa industri film dan musik belum mencapai tingkat yang seharusnya; meski sutradara seperti Joko Anwar mendapat pengakuan internasional, contoh serupa masih jarang.
Mehta mengatakan India memiliki Bollywood dan Thailand punya gaya budaya yang jelas, namun suara kreatif Indonesia belum terlihat. Industri arus utama masih muda dan enggan bereksperimen; bentuk tradisional ada tetapi belum berkembang menjadi sesuatu yang menonjol, sehingga hal ini memengaruhi periklanan sebagai bagian dari ekosistem kreatif.
Mehta berpendapat hanya sedikit merek yang benar-benar menceritakan kisah; Wardah, merek kecantikan lokal yang menampilkan perempuan modern secara autentik, menjadi salah satu pengecualian.
Walau sulit memastikan adanya pengekangan kebebasan berekspresi di masa lalu, hal ini kemungkinan berakar pada sistem pendidikan dan rezim otoriter yang selama bertahun-tahun dikendalikan oleh segelintir elit.
Mehta berpendapat bahwa desain dan teknologi digital mendorong kemajuan negara dalam menciptakan terobosan karya kreatif saat ini.
Kategori Panas
Roy Wisnu, Kepala Bagian Kreatif MullenLowe Group, menyatakan bahwa e‑commerce kini menjadi kategori paling panas.
Roy menyebut e‑commerce sebagai bentuk telekomunikasi baru, sama seperti telekomunikasi dulu sempat menjadi tren besar. Kini ada euforia e‑commerce; di mana-mana tampak iklan, aplikasi dan orang memakai atau membawa barang terkait toko online, transportasi serta layanan on‑demand.
Ia mencatat anggaran iklan semakin bergeser ke ranah digital. Perubahan ini mendorong agensi mengadopsi proses baru dalam merancang dan mengeksekusi karya kreatif.
Roy mengatakan banyak eksperimen sedang berlangsung, dan justru inilah bagian yang menarik. Ia menambahkan bahwa merek paling inovatif adalah yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Sebagai contoh, Gojek, layanan ojek online lokal, mengatasi masalah kemacetan sekaligus membuka lapangan kerja dan sumber penghasilan bagi kelompok berpendidikan rendah.
Roy mengatakan Gojek sangat berhasil dalam hal branding. Nama Gojek kini akrab di kehidupan sehari-hari; mereka melatih pengemudi untuk memberikan layanan pelanggan yang baik, dan orang menyukai merek yang menepati janji dengan cara kreatif.
Sementara itu, platform daring kini menciptakan tipe selebriti baru yang eksklusif untuknya.
Mehta menyatakan kini muncul banyak influencer berpengaruh di berbagai bidang seperti kuliner, perjalanan dan kecantikan yang memiliki pengikut sangat banyak. Mereka menjadi kunci bagi masa depan bercerita karena orang-orang mudah terpengaruh oleh pendapat dan rekomendasinya.
Mehta menilai desain juga memperlihatkan kecerdasan kreatif; arsitektur, desain furnitur dan tekstil menjadi beberapa disiplin yang menonjol.
Mehta mengatakan bahwa orang Indonesia dikenal sangat sabar, dan dari segi keterampilan serta estetika mereka benar‑benar unggul.
Tak ada yang lebih mewakili sifat ini selain Mochamad Ridwan Kamil, wali kota Bandung saat ini. RK mendirikan Forum Kota Kreatif Bandung yang membantu mentransformasi kota menjadi pusat kreativitas; selain memimpin pemerintahan, ia juga arsitek pemenang penghargaan yang memanfaatkan keahliannya untuk memperbaiki desain kota dan merevitalisasi ruang publik.
Posisi Istimewa
Dengan semakin banyaknya tokoh kreatif yang menjadi panutan publik, Indonesia berada pada posisi istimewa untuk tumbuh. Generasi muda yang dibesarkan di era digital antusias bekerja lintas disiplin dan berkontribusi pada masa depan kreatif negara.
Mehta mengatakan belum ada kreator iklan yang benar-benar menonjol atau terkenal secara internasional; para veteran periklanan pun belum mencapai level global. Namun ia optimis terhadap generasi muda yang akan datang dan yakin mereka akan memegang peranan penting dalam masa depan kreativitas.
Roy mencatat bahwa kolaborasi di agensi kian krusial; mulai dari spesialis media, pengembang, penyedia konten, programmer hingga produsen dan artis kini bekerja bersama merek, bukan lagi secara terpisah.
Roy menyatakan bahwa para pekerja kreatif kini semakin mengerti aspek teknis, mekanis bahkan finansial dari proses kerja; mereka juga peka terhadap perkembangan di tingkat internasional, dan dari sisi bisnis pun, staf keuangan diharapkan memahami dimensi kreatif dari proses tersebut.
Ia menambahkan bahwa perlu diadopsi proses yang lebih datar dan non-hierarkis, karena perubahan kini berlangsung lebih cepat dari sebelumnya.