Seruan Indonesia Tak Meredam Ketegangan di Laut China Selatan

Wakil Presiden Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengimbau semua pihak menjaga perdamaian dan keamanan di Laut China Selatan. Tujuannya agar terhindar dari konflik langsung yang dapat menimbulkan kerugian bagi kawasan.

Di Forum Boao untuk Asia di Hainan, China, pada Kamis, JK menyampaikan pidato. Ia mengatakan Indonesia tidak mengklaim wilayah manapun dalam sengketa Laut China Selatan.

JK mengatakan sengketa berisiko berkembang menjadi konflik langsung yang merugikan kawasan dan perekonomian negara-negara terkait. Ia mengingatkan semua negara mengutamakan saling menghormati dan menahan diri demi perdamaian serta keamanan Laut China Selatan. JK menegaskan komitmen pemerintah menyelesaikan sengketa secara damai lewat jalur diplomatik dan politik serta menghormati prinsip UNCLOS.

Sebelumnya, di perairan lepas pantai Natuna terjadi insiden antara kapal penangkap ikan China dan kapal penjaga pantai.

Insiden itu terjadi Sabtu siang ketika kapal Hiu 11 milik KKP mencegat dan menahan kapal penangkap ikan China KM Kway Fey 10078.

Saat perwira KKP mengawal KM Kway Fey ke pangkalan, kapal penjaga pantai China menabrak kapal nelayan ini, diduga untuk menghalangi penahanan kementerian.

Untuk mencegah eskalasi, petugas KKP mengawal delapan awak kapal penangkap ikan China kembali ke kapal Hiu 11.

Pemerintah, lewat Menlu Retno L. P. Marsudi, memprotes Kuasa Usaha China Sun Weide atas pelanggaran yang dilakukan penjaga pantai China di perairan.

Dalam protes ini, pemerintah menolak tindakan penjaga pantai China yang melanggar kedaulatan dan yurisdiksi di ZEE dan landas kontinental.

Kedua, pemerintah memprotes tindakan penjaga pantai China yang melanggar otoritas lembaga penegak hukum di ZEE dan landas kontinen.

Ketiga, pemerintah memprotes tindakan penjaga pantai China yang melanggar kedaulatan wilayah laut.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *