Pekan ini, pemerintah menindak 23 kapal ikan asing yang beroperasi ilegal. Pemerintah tidak menindak sembunyi-sembunyi; pemerintah meledakkan kapal-kapal itu serempak dalam acara resmi. KKP menayangkan aksi tersebut secara langsung dengan liputan media dari tujuh lokasi. Alih-alih menghancurkannya satu per satu pada hari berbeda, pemerintah menyimpan kapal-kapal ini untuk menenggelamkannya bersamaan pada 5 April.
Langkah ini mengikuti penenggelaman hampir 40 kapal pada Hari Kemerdekaan Agustus lalu. Jumlah serupa terjadi pada Hari Kebangkitan Nasional, tiga bulan sebelumnya. Meski ada kekhawatiran lingkungan, pemerintah berulang kali meledakkan kapal pencuri ikan dengan cara yang banyak penonton anggap menghibur. Pejabat sering mengecilkan aspek hiburan itu.
“Meledakkan kapal bukan hal menyenangkan, namun perlu untuk efek jera dan menjunjung konstitusi,” kata Susi pekan ini. Ia menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan yang populer dan bersemangat. Sebagai mantan pengusaha, ia membawa fokus dan energi pada pemberantasan illegal fishing. Ia meneguhkan posisinya sebagai kekuatan penting di sektor maritim.
Penenggelaman Kapal
Pemerintah menenggelamkan sebagian besar kapal berbendera asing. Pekan ini, pemerintah menenggelamkan 23 kapal: 13 dari Vietnam dan 10 dari Malaysia. Pada peringatan Hari Kemerdekaan tahun lalu, pemerintah menenggelamkan 38 kapal. Dari jumlah itu, pemerintah hanya menenggelamkan empat kapal berbendera Indonesia; sisanya berbendera negara tetangga.
Dalam sejumlah kasus, pemerintah menenggelamkan kapal yang memiliki rekam jejak global, bukan sekadar regional. Bulan lalu, lebih dari selusin negara memburu dan membenci sebuah kapal; pemerintah meledakkannya lalu menenggelamkan separuh lambungnya di luar kawasan wisata sebagai monumen anti–illegal fishing.
Pemerintah telah menenggelamkan sebuah kapal berbendera China, walaupun negara adidaya Asia tersebut secara agresif mendukung armada penangkap ikan jarak jauhnya melalui kekuatan dan tekanan politik. Apabila terdapat kapal ilegal asal Amerika, itu pun akan ditenggelamkan, ujar Susi.
Saat mulai menjabat pada 2014, Presiden Joko Widodo memerintahkan penenggelaman kapal penangkap ikan asing ilegal sebagai “terapi kejut”, untuk menegaskan bahwa armada dari negara mana pun tak kebal dari penindakan pemerintah. Ia mencatat kala itu sekitar 5.400 kapal beroperasi tiap hari di perairan nasional, 90% ilegal; pemerintah kehilangan miliaran dolar setiap tahun akibat illegal fishing.