BMKG: Es Diduga Sebabkan Jatuhnya AirAsia

cuaca memicu kecelakaan pesawat

BMKG menyatakan cuaca memicu kecelakaan fatal pesawat AirAsia 8501 seminggu lalu. Lapisan es kemungkinan merusak mesin pesawat, menurut BMKG.

Pesawat Airbus A320-200 mengalami kecelakaan saat menghadapi badai dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura. Tim penyelamat saat ini tengah berupaya menemukan perekam data penerbangan guna mengidentifikasi penyebab insiden tersebut.

Laporan awal di situs BMKG menunjukkan kondisi cuaca turut berkontribusi pada kecelakaan. Pesawat tampak mengarah ke kawasan awan badai sebelum jatuh.

Menurut laporan, informasi titik terakhir kontak pesawat menunjukkan kondisi cuaca berperan sebagai salah satu faktor pemicu kecelakaan.

Laporan menjelaskan bahwa pembentukan lapisan es kemungkinan terjadi dan dapat merusak mesin akibat proses pendinginan. Para analis menekankan bahwa itu hanya dugaan berdasarkan analisis data meteorologi yang tersedia.

AirNav menyatakan sebelum lepas landas pilot penerbangan 8501 meminta kenaikan ketinggian untuk menghindari badai. Pengendali lalu lintas menolak permintaan itu karena jalur padat dan pesawat lain sudah berada di ketinggian tersebut.

Dalam percakapan terakhir sebelum hilang kontak, Kapten Iriyanto menyatakan niatnya mengubah jalur penerbangan untuk menghindari badai berbahaya. Ia adalah mantan pilot Angkatan Udara dengan pengalaman luas. Tak lama setelah itu, sekitar 40 menit pasca lepas landas, seluruh komunikasi dengan pesawat terputus.

Tim SAR menemukan komponen utama pesawat Airbus A320-200 di perairan lepas pantai Kalimantan pada Jumat dan Sabtu malam. Penemuan itu meningkatkan optimisme bahwa jenazah korban yang belum teridentifikasi dan perekam data penerbangan (kotak hitam) mungkin akan tim temukan. Hingga saat ini tim telah menemukan 30 jenazah.

Selama sepekan terakhir, gelombang laut yang tinggi telah menjadi kendala dalam upaya pencarian dan penyelamatan, yang melibatkan operasi besar dengan dukungan dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Rusia. Namun, dengan membaiknya kondisi cuaca hari ini, tim penyelam mulai bersiap untuk melakukan penelusuran ke lokasi jatuhnya pesawat.

Pencarian dan Penyelamatan

Petugas pencarian dan penyelamatan, SB Supriyadi, menyampaikan bahwa kondisi ombak saat ini relatif tenang, dengan ketinggian berkisar antara satu hingga dua meter. Ia juga menambahkan bahwa tim menyiagakan 95 penyelam di sejumlah kapal untuk mendukung operasi pencarian.

Ia menyampaikan tim akan memfokuskan upaya pencarian di bawah permukaan laut untuk mengevakuasi lebih banyak jenazah. Tim juga berupaya mempercepat proses evakuasi terhadap jenazah yang kemungkinan masih berada di dalam badan pesawat.

Ia menyampaikan tim akan melakukan pencarian bawah laut dengan bantuan perangkat sonar, dan pesawat tetap tim kerahkan untuk menyisir laut serta sepanjang garis pantai.

Pemerintah berkomitmen mengusut dugaan pelanggaran penerbangan AirAsia setelah menemukan pesawat terbang di luar jadwal resmi. Pemerintah menangguhkan rute Surabaya–Singapura milik maskapai itu sebagai tindak lanjut.

Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa AirAsia tidak memiliki izin untuk mengoperasikan penerbangan pada rute tersebut di hari Minggu dan tidak mengajukan permohonan perubahan jadwal. Namun, menurut Otoritas Penerbangan Sipil Singapura, izin untuk penerbangan maskapai tersebut pada hari Minggu telah diberikan.

Masih belum diketahui secara pasti bagaimana maskapai tersebut—yang merupakan bagian dari AirAsia yang berbasis di Malaysia—dapat melakukan penerbangan dari titik keberangkatan tanpa memperoleh izin resmi yang diperlukan.

Pihak perusahaan menyatakan belum akan memberikan komentar sebelum proses investigasi selesai, namun menegaskan komitmennya untuk bekerja sama secara penuh dengan pihak pemerintah.

Dari total 162 penumpang dan awak pesawat, sebanyak 155 orang merupakan warga negara Indonesia. Sisanya terdiri dari tiga warga Korea Selatan, masing-masing satu warga negara Singapura, Malaysia dan Inggris, serta satu warga negara Prancis yang diketahui sebagai kopilot bernama Remi Plesel.

Visited 5 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *