Singkatnya, wilayah Papua di Indonesia, yang merupakan salah satu dari tiga hutan belantara tropis terbesar yang tersisa di dunia, tengah menghadapi ancaman serius. Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian utama para pegiat konservasi global. Wilayah lain di Pulau Papua, yaitu Papua Nugini, telah menghadapi berbagai kerusakan lingkungan. Permasalahan tersebut meliputi penebangan hutan, pertambangan industri, kebakaran besar di dataran tinggi serta kontroversi skema SABL. Perusahaan penebangan asing kini menguasai konsesi yang mencakup sekitar 11% wilayah negara tersebut.
Namun, keadaan di wilayah Papua, Indonesia, justru lebih mengkhawatirkan. Provinsi Papua dan Papua Barat berpotensi menghadapi salah satu krisis hutan hujan terbesar pada masa kini. Menurut pihak yang memahami situasi tersebut, kerusakan lingkungan di Papua Indonesia hanya tinggal menunggu waktu. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya perhatian pemerintah terhadap hak masyarakat adat yang telah mendiami tanah leluhurnya selama ribuan tahun. Kedua, pemerintah Indonesia menjalankan program transmigrasi dengan memindahkan jutaan penduduk dari Pulau Jawa dan berbagai daerah lainnya ke Papua.
Dampak Program
Program ini dipandang berdampak pada tersingkirnya masyarakat adat dan terganggunya ekosistem setempat, sehingga memicu ketidakpuasan di kalangan penduduk asli Papua. Ketiga, industri perkebunan kelapa sawit mengalami pertumbuhan pesat di wilayah Indonesia yang berada di Pulau Papua. Ungkapan “Sumatra adalah masa lalu, Kalimantan adalah masa kini dan Papua adalah masa depan” menggambarkan besarnya ambisi untuk memperluas perkebunan sawit, kegiatan penebangan hutan, pertambangan serta berbagai proyek pembangunan di Papua. Namun, ekspansi tersebut dinilai berpotensi mengorbankan kelestarian ekosistem asli setempat.
Baru-baru ini Presiden Joko Widodo mengumumkan rencana membangun jalan trans-Papua sepanjang 4.000 km yang akan melintasi wilayah Papua. Proyek ini berpotensi membuka pulau tersebut seolah-olah dibelah, sehingga menimbulkan berbagai tekanan lingkungan baru yang kerap berakibat fatal bagi hutan dan keanekaragaman hayati. Kita sudah sering mendengar tentang krisis lingkungan di Kalimantan, Sumatra dan Amazon. Jika komunitas internasional tidak berhasil meyakinkan pemerintah Indonesia untuk mengubah kebijakan, bersiaplah untuk semakin sering mendengar kabar tentang krisis lingkungan di Papua juga.