Jokowi Satukan KPK-Polri: Ancaman Pelemahan Hukum

Pada Kamis, Presiden Joko Widodo menggelar buka puasa bersama di kantor pusat KPK, mempertemukan pimpinan Polri dan KPK. Jokowi tiba di gedung KPK pukul 17.00 bersama Wapres Jusuf Kalla dan Mensesneg Pratikno. Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dan Jaksa Agung M. Prasetyo menyambutnya. Hakim Mahkamah Agung, pimpinan BPK, BPKP, PPATK, serta sejumlah menteri kabinet menghadiri acara itu. Dalam sambutan, Taufiequrachman menyebut pertemuan Kamis itu sebagai yang pertama sejak KPK berdiri pada 2004. Ia berharap acara itu mempererat hubungan harmonis antar lembaga penegak hukum.

Taufiequrachman mengatakan baru kali ini sejak KPK berdiri Presiden dan Wakil Presiden berbuka di kantor KPK bersama pimpinan penegak hukum. Ia menambahkan pejabat negara lain juga hadir. Selama acara, Jokowi dan JK tidak menyampaikan pernyataan kepada publik. Usai berbuka, lima pimpinan KPK mengantar Jokowi, JK, Kapolri Badrodin, Jaksa Agung Prasetyo, dan Ketua PPATK ke lantai tiga. Mereka makan malam terpisah di sana. Dalam sambutan penutup, Taufiequrachman berterima kasih kepada Jokowi atas persetujuan tambahan anggaran Rp200 miliar untuk KPK. DPR memasukkan tambahan anggaran itu ke dalam APBN 2015.

Tambahan Anggaran

Taufiequrachman mengatakan tambahan anggaran ini mencerminkan komitmen pemerintah memperkuat KPK dan memerangi korupsi, serta berterima kasih kepada presiden atas dukungannya. Jokowi kepada wartawan menyatakan ia akan hadir jika diundang tahun depan, menanggapi pertanyaan soal merosotnya tingkat kepuasan publik. Usai mengantar Jokowi keluar gedung KPK, Johan menyatakan diskusi pimpinan KPK dengan Jokowi dan JK tak membahas isu-isu serius. Johan mengatakan kepada wartawan Kamis malam bahwa acara ini sekadar makan malam santai untuk menjaga solidaritas institusi; mereka rutin berbuka bersama tiap Ramadhan, namun baru kali ini Presiden dan Wakil Presiden ikut makan malam bersama.

Badrodin menyatakan setuju dan menegaskan bahwa tidak ada pembahasan isu serius dalam acara ini, termasuk ketegangan terbaru antara KPK dan Polri yang sempat menetapkan dua komisioner aktif KPK sebagai tersangka pada krisis Februari. Badrodin menyatakan pihaknya akan terus mengintensifkan upaya untuk memperkuat sinergi antar lembaga penegak hukum. Ia menambahkan bahwa Wakil Kapolri Komjen Budi Gunawan—yang sempat ditetapkan KPK sebagai tersangka dan memicu kebuntuan tahun ini—sebenarnya bermaksud ikut buka puasa bersama para pimpinan, namun terpaksa menghadiri acara serupa di Mabes Polri.

Visited 2 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *