Pada lawatan luar negeri pertamanya setelah pelantikan 20 Oktober, Jokowi menjalani tur diplomatik selama sembilan hari untuk menarik investasi. Ia juga memanfaatkan agenda bilateral dan multilateral untuk menonjolkan visi maritim Indonesia. Jokowi memilih China sebagai tujuan pertama dan tiba pada Sabtu malam untuk menghadiri KTT APEC pada 10–11 November. Melalui kunjungan tersebut, ia berupaya memperkuat dukungan pemerintah China dan para pemimpin bisnis terhadap Indonesia. Sebagai mitra dagang terbesar, China dipandang penting bagi upaya Jokowi meraih dukungan ekonomi besar dunia. Sesuai jadwal, Jokowi juga bertemu Presiden Xi Jinping, Perdana Menteri Li Keqiang, dan sejumlah pengusaha besar. Ia pun mengunjungi Tianjin, meninjau layanan pelabuhan terpadu, pengelolaan kontainer efisien, dan sebuah pembangkit listrik.
Presiden menjadi satu dari empat pemimpin dunia yang menyampaikan pidato utama pada KTT CEO APEC. Sofyan Djalil mengatakan Indonesia terus mencermati China karena negara itu berperan penting dalam proyek-proyek infrastruktur besar nasional. Ia juga menegaskan Indonesia akan mendukung dan bergabung dengan Asian Infrastructure Investment Bank yang China pimpin. Presiden Xi meluncurkan bank tersebut pada Oktober, dan China menguasai sekitar 50 persen sahamnya. Selama berada di China, Jokowi juga akan menggelar pertemuan bilateral dengan Shinzo Abe, Barack Obama, dan Vladimir Putin. Usai bertemu para pemimpin dunia, Jokowi akan terbang ke Myanmar untuk menghadiri KTT ASEAN ke-25 pada 12–13 November. Di sela KTT, Jokowi akan memaparkan kebijakan maritimnya kepada publik internasional. Rizal Sukma dari CSIS, yang ikut dalam rombongan, mengatakan perjalanan ini akan memamerkan visi poros maritim Jokowi kepada komunitas internasional.
Kepentingan Nasional dan Regional
Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang mengantar Jokowi ke bandara sebelum keberangkatan, mengatakan bahwa presiden akan memanfaatkan forum internasional untuk membahas berbagai isu yang berkaitan dengan kepentingan nasional dan regional bersama para pemimpin dunia. Menurutnya, kepentingan Indonesia meliputi pertumbuhan ekonomi, investasi, serta pembangunan infrastruktur, yang pada dasarnya berkaitan dengan kerja sama bisnis antarkorporasi. Sementara itu, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, yang turut mendampingi presiden, menyebut Jokowi akan menggunakan pertemuan APEC untuk menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur serta strategi poros maritim Indonesia.
Andi menyampaikan bahwa Presiden Jokowi akan berupaya menyelaraskan visi poros maritim Indonesia dengan gagasan Jalur Sutra Maritim abad ke-21 yang China ajukan. Jokowi juga berulang kali menegaskan komitmennya untuk mengembalikan Indonesia sebagai kekuatan maritim. Banyak pihak menilai kebijakan itu berpotensi mengubah peta persaingan, menentukan arah pemerintahannya, serta memperkuat sektor kelautan dan transportasi laut. Di tingkat internasional, pemerintah berharap konsep poros maritim dapat mendorong penyelesaian sengketa batas laut dengan negara tetangga, memperkuat konektivitas maritim, dan memperluas jalur pelayaran. Setelah menyelesaikan lawatannya di Asia, Jokowi akan bertolak ke Australia pada 14 November untuk menghadiri KTT G20 yang berlangsung pada 15–16 November.