Pada hari Kamis, Presiden Joko Widodo mengunjungi Taman Hutan Raya Sultan Adam di Kalimantan Selatan. Kunjungan itu untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia. Ia juga meluncurkan kampanye penanaman pohon selama sebulan. Program ini bagian dari upaya nasional menjaga peran Indonesia sebagai paru-paru dunia. Presiden mengatakan mereka menanam 2.000 pohon hari ini saat penanaman simbolis di hutan bersama Ibu Negara Iriana Widodo. Ia menambahkan total penanaman sejak Senin mencapai 8.000 pohon.
Pernyataan itu tercantum dalam siaran pers Kantor Kepresidenan. Kebakaran terbaru menghanguskan sekitar 105 hektare Hutan Rakyat Sultan Adam. Hutan Sultan Adam memiliki luas total 116.000 hektare. Api juga merusak ribuan hektare hutan di Sumatra dan Kalimantan. Peristiwa ini menjadi kebakaran terparah yang pernah melanda negeri ini. Bencana lingkungan ini tidak hanya merusak hutan. Kabut asap yang menyebar luas menyebabkan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Selain itu, kabut asap mengganggu operasional transportasi udara.
Pemerintah mendapat kecaman keras karena dianggap lambat menanggulangi kebakaran hutan dan lahan gambut, terutama karena terlambat menerima bantuan dari luar negeri untuk pemadaman. Presiden mengundang masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam rehabilitasi hutan dan meneruskan momentum Hari Penanaman Pohon dan Hari Flora dan Fauna Nasional agar lingkungan hidup di tanah air membaik. “Kita harus menjaga kelestarian flora dan fauna agar keanekaragaman hayati tetap terpelihara dan negara ini terus berfungsi sebagai paru‑paru dunia,” ujar Presiden.
Dalam kesempatan ini, presiden juga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Penanaman Pohon Tingkat Nasional 2014, yang mencakup gubernur, bupati, wali kota, pelaku usaha, perguruan tinggi, sekolah, koperasi dan individu yang berperan penting dalam pelestarian pohon. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan pemerintah akan merehabilitasi lebih dari 100 hektare Taman Hutan Rakyat Sultan Adam yang baru-baru ini terbakar.