Subsidi energi melonjak tajam

Dukungan Energi Indonesia Dinilai Gagal dan Merugikan Publik

Subsidi energi melonjak tajam dalam delapan tahun terakhir. Nilainya mencapai puncak Rp886,1 triliun pada 2022, lalu turun menjadi Rp713,5 triliun pada 2024. Pemulihan ekonomi pasca-Covid dan lonjakan harga energi global memicu kenaikan pada 2021–2023. Pemerintah memperluas subsidi bahan bakar, listrik dan LPG untuk melindungi rumah tangga serta pelaku usaha dari tekanan inflasi.

Baca Selengkapnya
Ekspansi cepat industri nikel

Tambang Ilusi: Transparansi yang Hilang dalam Ekosistem Nikel

Ekspansi cepat industri nikel membuat sektor ini bergantung pada modal dan teknologi China. Risiko ketergantungan kian meningkat seiring pengetatan aturan kepemilikan dan lingkungan di Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang mendorong pemerintah menjauh dari pasar-pasar tersebut dan semakin bertumpu pada China. Untuk memaksimalkan kekayaan nikel, pemerintah perlu mendiversifikasi kemitraan, meningkatkan teknologi, dan membersihkan bauran energinya.

Baca Selengkapnya
pasar nikel menunjukkan pergerakan

Pasokan Minim, Bijih Turun, Reli Nikel

Setelah berbulan-bulan stagnasi, pasar nikel menunjukkan pergerakan harga signifikan dan perubahan kebijakan yang menandai potensi titik balik industri. Pada akhir Desember 2025, CEO Canada Nickel, Mark Selby, menyampaikan pembaruan menyeluruh mengenai dinamika pasar. Ia menyoroti strategi pasokan yang Indonesia jalankan, lonjakan permintaan kendaraan listrik, serta kemajuan proyek pengembangan Amerika Utara. Investor melihat perkembangan ini sebagai…

Baca Selengkapnya