Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar, secara resmi menggelar Muktamar ke-47 di Makassar, Sulawesi Selatan, pada pekan ini. Acara pembukaan yang berlangsung di Lapangan Karebosi pada hari Senin, tanggal 3 Agustus 2015, turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, sejumlah menteri, serta para duta besar dari negara-negara tetangga.
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah secara aktif mendorong pemahaman Islam yang bersifat modern dan moderat, sebagai respons terhadap meningkatnya pengaruh gerakan keagamaan ekstremis di kawasan regional maupun di berbagai belahan dunia.
Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam yang memiliki pengaruh besar, dengan klaim jumlah anggota mencapai 55 juta serta jaringan ribuan institusi pendidikan, layanan kesehatan dan rumah sakit yang tersebar di berbagai wilayah. Organisasi ini juga telah menjalin kerja sama dengan pemerintah dalam mengusung peran sebagai representasi Islam yang moderat.
Lebih dari 6.000 peserta resmi turut ambil bagian dalam kongres tahun ini, ditambah sekitar 300.000 pendukung yang meskipun tidak tercatat sebagai peserta formal, tetap hadir untuk menyemarakkan jalannya acara.
Selain itu, para pimpinan cabang istimewa Muhammadiyah yang tersebar di 16 negara turut hadir dalam acara tersebut, bersama sejumlah organisasi sejenis yang menggunakan nama Muhammadiyah. Meski tidak memiliki struktur organisasi yang sama secara formal, organisasi-organisasi tersebut mengusung nilai-nilai keagamaan, strategi perjuangan dan bahkan lambang yang serupa. Cabang-cabang ini memiliki perwakilan di negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Mauritius. Acara ini juga dihadiri oleh tamu dari komunitas Sant’Egidio, sebuah komunitas Katolik yang berpusat di Roma.
Kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan Kongres Abad Pertama Aisyiyah, organisasi perempuan di bawah naungan Muhammadiyah, dan dijadwalkan berlangsung selama lima hari.
Dengan jumlah penduduk yang besar serta kekayaan sumber daya yang dimiliki, Muhammadiyah menyatakan komitmennya untuk mendorong Indonesia tampil sebagai aktor utama di tingkat global. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Din Syamsuddin selaku Ketua Umum Muhammadiyah.
Kongres kali ini mengusung tema “Menyebarkan Pencerahan Menuju Kemajuan Indonesia.” Melalui tema tersebut, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam membangun Indonesia sebagai bangsa yang turut dibentuk oleh peran historis Muhammadiyah, yang telah mempersatukan masyarakat jauh sebelum negara ini resmi berdiri.

Kongres resmi ditutup pada hari ini, tanggal 7 Agustus 2015, melalui sebuah upacara penutupan yang turut dihadiri oleh Wakil Presiden H. M. Jusuf Kalla.