Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Abdel Fattah El-Sisi sepakat mempercepat perundingan Kemitraan Ekonomi Indonesia-Mesir. Langkah ini bertujuan memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik di kawasan Global South. Dalam konferensi pers bersama di Istana Merdeka pada Minggu, kedua negara mengumumkan rencana kerangka kerja perdagangan preferensial. Kerangka tersebut bertujuan mengurangi hambatan tarif dan non-tarif serta memperluas akses pasar. Indonesia dan Mesir akan memperkuat integrasi sektor swasta melalui inisiatif tersebut. Usai pertemuan tertutup, Prabowo mengatakan Indonesia dan Mesir sepakat memperkuat kerja sama ekonomi. Fokus kerja sama mencakup sektor perdagangan dan investasi. Kedua negara juga mendorong pembentukan Kemitraan Ekonomi Indonesia-Mesir. Indonesia dan Mesir akan memperluas akses pasar serta meningkatkan investasi melalui perjanjian tersebut. Kesepakatan tersebut juga mendorong partisipasi pelaku usaha dari kedua negara. Fragmentasi geopolitik mendorong negara berkembang mengurangi ketergantungan pada blok perdagangan yang Barat dominasi. Indonesia dan Mesir mengubah hubungan diplomatik menjadi kerja sama ekonomi yang lebih konkret.
Mesir menjadi pusat transshipment Indonesia menuju Afrika Utara, Levant, dan Eropa Selatan. Terusan Suez memperkuat posisi strategis Mesir dalam jalur perdagangan tersebut. Bagi Mesir, kerja sama lebih erat membuka akses ke pasar ASEAN. Pasar tersebut mencakup sekitar 680 juta penduduk. Mesir juga berpeluang memperoleh investasi industri dan komoditas pertanian tropis dari Indonesia. Salah satu capaian bilateral utama pada Minggu ialah peluang kerja sama antardana kekayaan negara kedua pihak. Kerja sama ini berpotensi memperkuat investasi dan pendanaan proyek strategis di kedua negara. Prabowo mendukung pembentukan dana investasi bersama antara BPI Danantara dan The Sovereign Fund of Egypt. Kedua lembaga akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai sektor industri prioritas. Instrumen itu juga akan mendukung proyek infrastruktur strategis yang penting bagi kedua negara. Prabowo mengapresiasi pembentukan dana investasi bersama yang melibatkan lembaga investasi kedua negara. Kedua negara akan memanfaatkan dana tersebut untuk mempercepat pembiayaan proyek strategis.
Lembaga Investasi
Inisiatif ini sejalan dengan kecenderungan yang berkembang di sejumlah negara berpengaruh di Global South untuk mengandalkan dana dan lembaga investasi negara sebagai sumber pembiayaan proyek strategis, sehingga kebutuhan modal dapat dipenuhi tanpa menambah beban utang eksternal pada neraca pemerintah. Kunjungan Presiden El-Sisi ke Indonesia, yang diawali dengan kedatangannya di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma pada Sabtu malam dan dilanjutkan dengan penyambutan kenegaraan berupa penghormatan militer penuh, tembakan salvo 21 kali, serta iring-iringan pasukan berkuda di Istana Merdeka pada Minggu pagi, merupakan kunjungan balasan atas lawatan kenegaraan Prabowo ke Kairo pada 2024 dan April 2025.
Pada pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Istana Al-Ittihadiya, Kairo, pada April 2025, kedua kepala negara menandatangani deklarasi bersama yang secara resmi mengangkat hubungan Indonesia-Mesir ke tingkat kemitraan strategis komprehensif. Pertemuan bilateral pada hari Minggu kemudian difokuskan pada penyusunan langkah-langkah implementasi yang konkret untuk merealisasikan komitmen tersebut di berbagai sektor. Prabowo menegaskan bahwa kemitraan strategis harus diwujudkan melalui kerja sama yang nyata agar menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat di kedua negara.
Kepentingan Bersama
Ia juga menyampaikan bahwa dalam pertemuannya dengan Presiden El-Sisi, keduanya membahas berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama serta langkah-langkah praktis untuk semakin mempererat hubungan bilateral. Tidak hanya berfokus pada arsitektur perdagangan dan aliran modal negara, perundingan kedua delegasi turut menghasilkan kesepakatan di bidang konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya kelautan, serta pengembangan tata kelola kelembagaan publik yang lebih efektif. Prabowo menegaskan bahwa kedua negara akan memperkuat koordinasi di bidang kelautan dan perikanan dengan fokus pada pelestarian ekosistem laut, pertukaran pengetahuan dan teknologi serta penanggulangan praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan dan tidak diatur (IUU fishing) di perairan internasional.
Tim bilateral saat ini sedang memfinalisasi rencana aksi teknis yang meliputi kemudahan perizinan visa, mobilitas pelaku usaha lintas negara serta penyelarasan data statistik. Setelah agenda kerja sama kedua negara memperoleh legitimasi di tingkat kepala negara, jajaran kementerian terkait akan memasuki tahap perundingan formal untuk menyusun rancangan instrumen hukum bagi perjanjian kemitraan ekonomi bilateral.