Janji Pererat Kerja Sama China-Indonesia Picu Kekhawatiran Baru

Presiden Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan pada Kamis, dengan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis komprehensif China-Indonesia. Dalam pertemuan dengan Presiden Indonesia di Great Hall of the People, Xi menyebut China dan Indonesia saling membutuhkan secara strategis. Ia juga menilai kedua negara memiliki kekuatan ekonomi yang saling melengkapi dan potensi kerja sama yang besar. Jokowi akan berkunjung ke China untuk pertama kalinya dalam kunjungan kenegaraan pekan ini atas undangan Xi. Dalam kunjungan itu, ia akan menghadiri Forum Boao untuk Asia di Hainan, China Selatan, dari Kamis hingga Minggu. Dalam pertemuan tersebut, kedua presiden menyepakati penandatanganan rencana aksi lima tahun untuk memperkuat kemitraan kedua negara. Tahun ini menandai 65 tahun hubungan diplomatik China-Indonesia.

Xi menyatakan bahwa kunjungan Jokowi akan memperkuat kerja sama nyata kedua negara di berbagai sektor. Menyikapi perkembangan hubungan yang semakin baik, kedua pemimpin sepakat melanjutkan pertukaran tingkat tinggi, meningkatkan kerja sama ekonomi, serta mendorong interaksi antarmasyarakat dan budaya. Kedua pihak menilai gagasan Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 dari Presiden Xi Jinping sejalan dengan Strategi Poros Maritim Dunia yang Presiden Joko Widodo inisiasi. Pernyataan bersama usai pembicaraan memuat penilaian tersebut. Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa China dan Indonesia sepakat mempererat koordinasi strategi dan kebijakan. Keduanya juga akan mendorong konektivitas infrastruktur maritim, memperkuat investasi industri dan pembangunan proyek besar, serta meningkatkan kerja sama nyata dalam kemitraan maritim.

Infrastruktur Maritim

Xi Jinping menyatakan bahwa China akan membantu Indonesia mempercepat pembangunan infrastruktur maritim melalui dukungan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dan Silk Road Fund. Ia juga menyoroti pengembangan pelabuhan, kereta cepat, bandara, zona ekonomi khusus pesisir serta industri pembuatan kapal. Xi menyampaikan bahwa China akan mengajak lebih banyak perusahaan China terlibat dalam pembangunan Indonesia. Ia juga menegaskan kesiapan China untuk meningkatkan investasi timbal balik. Presiden China menyampaikan bahwa China akan mendukung Indonesia dalam penyelenggaraan peringatan 60 tahun Konferensi Bandung, yang rencananya dihadiri Xi. Ia menambahkan, China akan berkolaborasi erat dengan Indonesia untuk meningkatkan pemahaman antarnegara Asia-Afrika, memperkuat kerja sama Selatan-Selatan, dan mewujudkan pembangunan bersama. Sementara itu, Jokowi menyatakan bahwa China merupakan sahabat dekat Indonesia.

Ia juga menilai China, Indonesia dan negara-negara berkembang utama lainnya perlu berperan lebih besar dalam urusan internasional. Jokowi mengajak seluruh negara menjadikan peringatan 70 tahun kemenangan Perang Dunia II sebagai momentum untuk menghentikan kekerasan dan menyelesaikan persoalan melalui dialog. Dalam pembicaraan tersebut, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia menyambut positif keterlibatan China dalam pembangunan infrastruktur. Presiden yang melakukan kunjungan tersebut juga menyampaikan harapannya agar perdagangan bilateral dapat mencapai nilai $150 miliar pada 2020. Kedua belah pihak menyetujui peningkatan promosi kerja sama di bidang pariwisata untuk mencapai target tahunan lebih dari dua juta kunjungan pertukaran. Xi dan Jokowi turut menyaksikan penandatanganan sejumlah kesepakatan di bidang perdagangan, pembangunan infrastruktur, penerbangan, perpajakan serta pencarian dan penyelamatan di laut. Sebelum pertemuan dimulai, Xi menggelar upacara penyambutan karpet merah bagi Presiden Indonesia.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *