Perdana Menteri Lee Hsien Loong mendarat di Indonesia pada Minggu. Ia melakukan pertemuan puncak pertamanya dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan akan membahas penguatan kerja sama ekonomi kedua negara. Kunjungan ini mengikuti lawatan kenegaraan Presiden Jokowi ke Singapura pada Juli tahun lalu. Hal ini mencerminkan kebiasaan tahunan para pemimpin bertemu secara santai untuk memperkuat hubungan. Kantor Perdana Menteri menyatakan hari ini bahwa kedua pemimpin akan meninjau kemajuan hubungan bilateral. Mereka juga akan mengeksplorasi cara memperdalam kerja sama. Keduanya akan bertukar pandangan tentang perkembangan regional dan internasional.
Kedua pemimpin akan memulai pertemuan resmi besok. Perdana Menteri Lee hadir bersama istri, Ho Ching, dan sembilan pejabat politik. Di antara mereka adalah Teo Chee Hean, Wakil Perdana Menteri. Delegasi juga mencakup menteri kunci bidang perdagangan, pertahanan, luar negeri, dan pendidikan. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut peresmian Kawasan Industri Kendal sebagai momen penting. Peresmian dilakukan oleh Presiden Jokowi dan PM Lee. Hal itu menjadi sorotan dalam pertemuan ini. Para pengamat mengatakan kerja sama Sembcorp Development dengan Jababeka di Semarang mencerminkan pola ekspansi baru perusahaan Singapura.
Ekspansi Meluas
Mereka menilai ekspansi kini meluas ke wilayah di luar Jakarta dan Batam. Keduanya juga akan hadir saat empat MoU ditandatangani, termasuk MoU kerja sama pariwisata antara Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura dan Kementerian Pariwisata Indonesia. Kesepakatan lainnya meliputi kerja sama memperkuat kemampuan di sektor ekonomi digital, perhotelan dan pariwisata serta proyek pengembangan smart city Makassar oleh IE Singapore. Hal tersebut memperluas kerja sama ekonomi yang telah lama terjalin antara kedua negara, dengan nilai perdagangan bilateral $41,5 miliar pada tahun lalu.
Singapura adalah investor asing utama di Indonesia tahun lalu; dengan investasi $7,1 miliar selama sembilan bulan pertama, diperkirakan akan mempertahankan status ini tahun ini. Para pengamat menilai kerja sama ekonomi yang erat akan tetap berlanjut meski muncul ketegangan sesekali terkait kabut asap lintas batas, pengelolaan wilayah udara dan amnesti pajak Indonesia baru-baru ini. Menurut Sarman Simanjorang, Kadin mengharapkan pertemuan tersebut memunculkan aturan bisnis yang memperkuat keuntungan kedua negara. Wakil Ketua Kadin Cabang Jakarta mengatakan Indonesia dan Singapura sama‑sama anggota komunitas ekonomi ASEAN dengan potensi pertumbuhan besar, sehingga perlu saling mendukung.