Presiden Joko Widodo menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Raja Bhumibol pada Selasa, sementara Kaisar Jepang mengirim telegram duka. Presiden Joko Widodo dan Iriana memberi penghormatan terakhir kepada almarhum raja di Balai Singgasana Dusit Maha Prasart. Jokowi melakukan kunjungan sehari ke Thailand untuk memberi penghormatan, bergabung dengan banyak pemimpin ASEAN yang menyampaikan belasungkawa.
Tokoh lain yang hadir antara lain Perdana Menteri dan Presiden Singapura, Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Raja Malaysia, Sultan Brunei serta Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Sehari setelah raja meninggal, pemerintah Indonesia menyampaikan dukacita kepada pemerintah Thailand. Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri tertanggal 14 Oktober, Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyadej.
Badan Rumah Tangga Kekaisaran menyatakan pada Selasa bahwa Kaisar Jepang Akihito telah mengirimkan pesan belasungkawa kepada Thailand atas wafatnya raja. Istana kekaisaran menyatakan bahwa telegram bertanggal Senin itu dikirim kepada Yang Mulia Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn. Setelah penguasa monarki terlama di dunia wafat pada 13 Oktober, Kaisar Jepang Akihito dan Permaisuri Michiko memulai berkabung tiga hari sejak malam itu. Keluarga kekaisaran Jepang membina hubungan erat dengan keluarga kerajaan Thailand sepanjang masa pemerintahan raja.
Pada 1963 Raja Bhumibol berkunjung ke Jepang dan bertemu dengan Kaisar Hirohito—ayah dari kaisar sekarang yang dikenal sebagai Kaisar Showa—dan setahun kemudian Putra Mahkota Akihito beserta Putri Mahkota mengunjungi Thailand atas nama Hirohito. Setelah penobatan Kaisar Akihito, pasangan kekaisaran menjadikan Thailand sebagai tujuan luar negeri pertamanya pada September 1991. Pada 2006 mereka menghadiri upacara di Thailand untuk memperingati 60 tahun kenaikan takhta sang raja.