Presiden Joko Widodo telah kembali ke Indonesia setelah melakukan kunjungan kerja lima hari ke Jerman, Inggris, Belgia dan Belanda. Jokowi dan rombongan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 16.45. Perjalanan mereka hampir 17 jam dari Bandara Internasional Schiphol. Penerbangan termasuk transit di Abu Dhabi. Di bandara, Jokowi mendapat sambutan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.
Dalam konferensi pers, Jokowi menyebut penguatan hubungan ekonomi dengan negara-negara yang dia kunjungi sebagai salah satu hasil kunjungan kerja. Dalam pernyataannya, Jokowi mengatakan nilai kumulatif kesepakatan bisnis yang ia tandatangani sebesar $20,5 miliar. Di Jerman, pihak Jerman menandatangani komitmen melaksanakan program pelatihan dan pendidikan kejuruan untuk meningkatkan keterampilan pekerja Indonesia; delegasi Jerman akan datang ke Indonesia pada Mei untuk menindaklanjuti.
Kerja sama di Inggris akan menitikberatkan pada sektor ekonomi kreatif dan industri kreatif, dengan Bekraf sebagai pelaksana tindak lanjut. Saat kunjungan di Belgia, Indonesia dan Uni Eropa mengadakan pembicaraan tentang dokumen penjajakan sebagai dasar negosiasi CEPA yang sempat terhenti. Ia menyatakan rasa terima kasih atas percepatan pembahasan dokumen penjajakan dan keinginan untuk melanjutkan negosiasi secepatnya.
Di Belanda, kerja sama akan difokuskan pada peningkatan kerja sama maritim dan pengelolaan air; Jokowi menyebut perdana menteri Belanda akan berkunjung ke Indonesia pada November bersama delegasi bisnis. Dia menegaskan keempat negara menghormati peran Indonesia dalam mempromosikan perdamaian melalui interpretasi Islam yang moderat serta prinsip demokrasi dan toleransi. Dia menyebutkan nilai-nilai Islam Indonesia tentang perdamaian, demokrasi, moderasi dan toleransi saat ini berada dalam perhatian internasional.