Sikap Jokowi soal Hubungan Luar Negeri Memantik Polemik Baru

Setelah kunjungan resmi sembilan hari dan pertemuan dengan pemimpin dunia, Jokowi memberi tafsir baru pada politik luar negeri. Dalam konferensi pers di pesawat saat kembali, Jokowi menegaskan diplomasi pemerintahnya fokus pada manfaat nyata, bukan pencitraan. Ia menjelaskan bebas dan aktif berarti membangun persahabatan dengan negara yang memberi keuntungan bagi Indonesia. Ia menyatakan bahwa hubungan antarnegara harus menghasilkan manfaat nyata dan tidak merugikan Indonesia.

Menurut Jokowi, hubungan persahabatan dengan negara lain tidak seharusnya hanya bertujuan membangun citra jika pada akhirnya merugikan kepentingan nasional. Ia menegaskan Indonesia tidak bermaksud memusuhi siapa pun, tetapi tak akan dekat dengan negara yang tak memberi manfaat. Pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono, terkenal dengan slogan diplomasi “seribu kawan, nol lawan”. Beberapa pengamat menilai kebijakan itu meningkatkan posisi Indonesia di panggung global. Namun mereka menilai kebijakan itu belum menghasilkan manfaat signifikan bagi kepentingan nasional. Berbeda dengan SBY yang cenderung menghindari komunikasi langsung, Jokowi memilih terlibat aktif dan berbicara langsung dengan para pemimpin.

Meski menyampaikan pandangannya dengan nada yang tenang, Jokowi menunjukkan sikap yang tegas dan terus terang dalam berbagai pertemuan dengan para pemimpin dunia pada KTT Asia-Pacific Economic Cooperation di China, KTT ASEAN dan Asia Timur di Myanmar serta KTT G20 di Australia. Jokowi menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin dunia, termasuk Xi Jinping, Barack Obama, Shinzo Abe, Vladimir Putin, Angela Merkel, Tony Abbott dan Francois Hollande. Sebagai contoh, saat bertemu dengan Xi Jinping pada hari Minggu, Jokowi mendorong China untuk menunjukkan komitmen yang lebih nyata dalam mempererat kerja sama ekonomi. Ia juga mengusulkan keterlibatan perusahaan-perusahaan milik negara China dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur di Indonesia. Jokowi juga mendorong peningkatan peran Indonesia dalam Asian Infrastructure Investment Bank yang China prakarsai. Salah satu usulannya adalah menjadikan Indonesia sebagai lokasi kantor pusat lembaga keuangan tersebut.

Mendesak AS

Saat bertemu dengan Barack Obama pada hari Senin, Jokowi mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk menghapus berbagai hambatan yang membatasi masuknya minyak sawit Indonesia ke pasar AS. Retno Marsudi menyatakan bahwa pemerintah akan mengambil sikap yang lebih tegas dalam berbagai kebijakan yang berkaitan dengan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia yang Presiden Jokowi usung. Menurutnya, pada masa lalu Indonesia kerap terlihat ragu dalam mengambil keputusan. Namun, sejak awal pemerintahan Jokowi, Indonesia mampu menyampaikan secara jelas berbagai kepentingan dan tuntutan yang ingin presiden perjuangkan di tingkat internasional. Presiden Jokowi memastikan bahwa seluruh poin kesepakatan dalam pertemuan bilateral terkini akan dia ikuti dengan langkah-langkah pelaksanaan. “Dalam rapat kabinet pada hari Senin, saya akan menginstruksikan seluruh menteri terkait untuk melaksanakan komitmen yang saya sepakati dalam pertemuan dengan para pemimpin dunia. Saya menuntut hasil yang konkret,” tuturnya.

Presiden beserta rombongan tiba di Indonesia pada Minggu malam; kedatangan mereka disambut oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri kabinet dan Pelaksana Tugas Gubernur Jakarta Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama. Menurut Ahok, presiden akan memimpin upacara pengambilan sumpah jabatan Gubernur Jakarta. Ahok secara resmi disahkan oleh DPRD pada hari Jumat dan akan menggantikan Jokowi yang dilantik sebagai presiden ketujuh bulan sebelumnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *