Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah meningkatkan kualitas fasilitas dan memperbarui kebijakan pariwisata guna menarik lebih banyak wisatawan.
Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah mempermudah prosedur keimigrasian dengan memberikan fasilitas bebas visa bagi wisatawan untuk tinggal hingga 30 hari, serta menghapus persyaratan izin bagi kapal pesiar asing sehingga dapat masuk dengan mudah melalui 18 pelabuhan.
Selain itu, penghapusan prinsip cabotage memberikan peluang lebih luas bagi pelayaran internasional untuk mengakses lima pelabuhan.
Tahun lalu, lebih dari 370.000 warga Korea berkunjung ke Indonesia dari total 15 juta perjalanan ke luar negeri, menjadikan mereka kelompok nasional terbesar keenam yang datang ke Indonesia. Menurut Kementerian Pariwisata, jumlah kunjungan diperkirakan mencapai sekitar 500.000 orang hingga akhir tahun ini, sebagaimana disampaikan dalam konferensi pers di Seoul pada hari Selasa.
“Wisatawan Korea cenderung menyukai aktivitas luar ruangan, sehingga banyak yang memilih Bali dan Lombok sebagai destinasi untuk bulan madu, liburan keluarga maupun tur golf,” ujar Wakil Duta Besar Cecep Herawan kepada media.
Sektor pariwisata menyumbang sekitar 5% terhadap produk domestik bruto (PDB) dan memberikan lapangan kerja bagi lebih dari 10 juta orang. Untuk mencapai target kunjungan lebih dari 10 juta wisatawan tahun ini dan 20 juta pada tahun 2019, pemerintah telah meningkatkan infrastruktur, memperbaiki layanan perhotelan, serta mengintensifkan program promosi.
Jumlah wisatawan Korea yang gemar bermain golf terus meningkat, memanfaatkan 140 lapangan golf yang tersebar di kawasan pantai, pegunungan dan kota-kota kecil, ujar Noviendi Makalam, Direktur Pemasaran Internasional Kementerian Pariwisata.

Abdul Wahab, General Manager Bintan Resort Cakrawala Group, menyatakan bahwa meskipun sebagian besar wisatawan internasional sudah mengenal Bali, Kepulauan Riau memiliki potensi untuk bersaing dengan Bali dalam hal penawaran destinasi.
Pulau Bintan, yang merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau, mulai dikembangkan sekitar 20 tahun lalu. Berjarak hanya satu jam perjalanan dengan kapal cepat dari Singapura, wisatawan dapat menikmati kombinasi budaya kosmopolitan Singapura dan ketenangan alam Bintan, termasuk paket wisata yang mencakup pulau tetangganya, Batam.
Pada hari kerja tersedia lima jadwal feri yang menghubungkan Singapura dengan Bintan, sedangkan pada akhir pekan jumlahnya meningkat menjadi 10 perjalanan. Setiap tahun, sekitar 2 juta orang melakukan perjalanan dari Singapura ke Kepulauan Riau. Selain itu, Bintan juga menyediakan insentif untuk penyelenggaraan konferensi serta fasilitas pameran.
“Jika Anda berencana mengadakan pernikahan, pilihlah Bintan,” ujar Wahab, sambil menekankan bahwa para pengunjung akan merasakan pengalaman yang tak terlupakan di pulau yang indah ini.
Wahab kemudian menyoroti kebijakan pencabutan izin masuk bagi kapal pesiar asing, dengan menekankan bahwa langkah ini akan memberikan manfaat bagi sekitar 700.000 ekspatriat di Singapura, termasuk sejumlah besar warga Korea.
Di Bintan, wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas seperti menyelam, snorkeling, scuba diving dan jet ski serta mencoba pengalaman unik seperti menunggang gajah, melakukan hiking, melihat pemandangan dari pesawat kecil, mengunjungi situs bersejarah, hingga bersantai di spa.
Bintan saat ini memiliki 15 hotel yang beroperasi dan 20 hotel lainnya sedang dalam tahap pembangunan. Bintan Lagoon Resort menawarkan lapangan golf rancangan Ian Baker-Finch dan Jack Nicklaus; Ria Bintan Club Med and Spa memiliki 310 kamar serta lapangan golf 27 lubang karya Gary Player; sementara Laguna Bintan dan Nirwana Gardens menyediakan fasilitas lengkap seperti hotel, spa, restoran, vila dan klub pantai. Selain itu, pusat perbelanjaan Plaza Lagoi menjual berbagai kerajinan tangan dan makanan tradisional.
Saat ini pengunjung tiba di Bintan melalui jalur laut, namun sebuah bandara sedang dibangun dan direncanakan beroperasi pada pertengahan tahun 2018, yang akan menyediakan penerbangan langsung ke Korea.
Indonesia memiliki lima bandara internasional, yaitu Soekarno-Hatta di Jakarta, Ngurah Rai di Bali, Kuala Namu di Medan, Juanda di Surabaya dan Hang Nadim di Batam, serta dilengkapi dengan pelabuhan laut yang tersebar di berbagai pulau.