Polri mengumumkan penangkapan satu tersangka teroris lagi. Polri menahan total 19 orang terkait dugaan terorisme setelah serangan fatal pekan lalu di Jakarta.
Kapolri Badrodin Haiti mengatakan tim antiteror menangkap seorang tersangka baru di sekitar Jakarta. Polisi merahasiakan identitasnya karena menuduhnya memasok senjata untuk serangan mendatang.
Pria itu kini polisi periksa dan tuduh mendukung kelompok teroris pimpinan buronan paling negara cari, Abu Wardah Santoso. Santoso telah menyatakan kesetiaannya kepada Daesh.
Badrodin juga menyebut penangkapan Jumat malam sebelumnya terkait dugaan rencana serangan ini. Ia mengatakan tersangka terbaru mereka tangkap di Bekasi sebagai bagian dari kelompok kedua yang anggotanya sudah mereka tahan.
Ia mengatakan polisi menahan 18 orang atas dugaan keterlibatan dalam kekerasan 14 Januari. Kekerasan itu menewaskan delapan orang, termasuk empat penyerang terkait Daesh, dan polisi menuduh adanya rencana serangan.
Enam tersangka, hanya polisi sebut dengan inisial, polisi tuduh membantu pemboman dan baku tembak di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah. Mereka tidak berada di lokasi saat kejadian.
Satu tersangka membeli senjata untuk para penyerang, yang lain membeli tabung gas yang mereka pakai dalam ledakan dan empat lainnya paham pembuatan bom serta terlibat perencanaan serangan.
Bahan Peledak
Polisi menemukan bahan peledak serupa bom saat menggerebek rumah tersangka keenam, kata juru bicara Polri Anton Charliyan.
Dari 18 tersangka ini, 12 polisi tuduh memiliki dan memasok senjata api ilegal untuk serangan mendatang serta mendukung Santoso, pemimpin Mujahidin Indonesia Timur yang bersembunyi di hutan pegunungan Sulawesi Tengah.
Enam orang polisi tangkap di Kalimantan dan Jawa dalam serangkaian penggerebekan, sedangkan yang lain sudah mereka tahan namun masih terhubung dengan jaringan teroris di luar penjara.
Badrodin menyatakan Jumat malam bahwa salah satu tersangka perencana serangan menerima transfer Rp1 miliar tahun lalu dari Bahrunsyah, yang berperan penting dalam Daesh di Suriah.
Bahrunsyah adalah salah satu pemimpin di Suriah. Ia mengirimkan dana dari Suriah kepada kelompok-kelompok ini untuk membiayai aksi teror.
Polisi melaporkan 12 tersangka perencana kekerasan masa depan mengumpulkan sembilan senjata api, sebagian besar rakitan, sebelum mereka tangkap.
Negara kepulauan ini berada dalam keadaan siaga terhadap kelompok ekstremis, setelah lebih dari 20 orang yang diduga terkait Daesh ditangkap di beberapa pulau akhir bulan lalu.
Sebanyak 11 orang ditahan di Pulau Jawa atas dugaan merencanaan serangan di ibu kota pada malam Natal.