Banjir dan longsor hebat menewaskan 1.006 orang, sementara negara berjuang mengerahkan bantuan dalam skala besar.
BNPB melaporkan lebih dari 5.400 orang terluka akibat bencana di barat laut Sumatra dalam dua minggu terakhir.
Hujan deras mematikan ini termasuk salah satu bencana terparah yang baru melanda Sumatra. Pada 2004, bagian utara pulau itu hancur akibat tsunami.
Pihak berwenang memperkirakan korban tewas akan bertambah; juru bicara BNPB Abdul Muhari mengatakan 217 orang masih hilang, dan mereka meningkatkan bantuan ke wilayah terdampak.
Hujan, lumpur dan pohon tumbang menghancurkan area luas sehingga 1,2 juta warga mengungsi ke penampungan sementara.
Sri Lestari, 50 tahun, yang tinggal di tenda bersama tiga anaknya di Kabupaten Aceh Tamiang, mengatakan sebagian besar rumah di sana telah lenyap dan hancur rata dengan tanah.
Batang-batang pohon yang terbawa arus banjir menghantam rumahnya, membuatnya nyaris runtuh.
Tarmiji, suami berusia 55 tahun, bertanya bagaimana mereka bisa memperbaiki rumah yang rusak.
Frustasi Meningkat
Kekecewaan korban banjir meningkat karena mereka mengeluhkan lambatnya penyaluran bantuan.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan situasi membaik, dan tim penyelamat kini dapat menjangkau beberapa wilayah yang sebelumnya terisolasi.
Prabowo mengatakan ada beberapa keterlambatan di berbagai lokasi akibat kondisi alam dan fisik, tetapi setelah meninjau semua tempat evakuasi ia menilai kondisinya baik, layanan memadai dan pasokan makanan cukup.
Di jalan utama Aceh Tamiang, deretan truk dan mobil pribadi mengantre untuk menyalurkan makanan, air dan kebutuhan lainnya.
Banyak warga di kota terdekat terpaksa berkemah di luar di bangunan darurat karena rumah mereka dipenuhi lumpur.
Juru bicara BNPB menyatakan lebih dari 11,7 ton bantuan dikirim ke Sumatra lewat laut, darat dan udara pada Sabtu, dan pihak berwenang mulai mendirikan penampungan sementara untuk para pengungsi.
Perkiraan biaya rekonstruksi pascabencana mencapai Rp51,82 triliun, dan pemerintah sejauh ini belum menempuh saran untuk meminta bantuan internasional.
BMKG memperingatkan kondisi cuaca buruk diperkirakan berlanjut, dengan potensi hujan lebat terutama di wilayah Sumatra.