Banjir: 1.000+ Tewas, Respons Lambat
Banjir dan longsor hebat menewaskan 1.006 orang, sementara negara berjuang mengerahkan bantuan dalam skala besar.
Banjir dan longsor hebat menewaskan 1.006 orang, sementara negara berjuang mengerahkan bantuan dalam skala besar.
Pada 13 Desember, tim penyelamat melaporkan banjir dan longsor hebat menewaskan 1.006 orang. Negara ini berjuang mengerahkan bantuan dalam skala besar.
Laporan terbaru WHO dan Grup Bank Dunia tentang UHC menyebut Indonesia mencatat kemajuan konsisten. Kemajuan itu memperluas akses layanan kesehatan tanpa membebani masyarakat secara finansial.
Ketika tragedi terjadi, orang sering membahasnya seolah hanya satu peristiwa mengerikan. Gempa bumi datang, membuat tanah berguncang hebat dan bergetar. Rumah, kantor serta bangunan lain ambruk. Jalanan retak dan terbelah. Sejumlah orang meninggal, sementara sebagian lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Pada 7 Desember 2015, Presiden Prabowo Subianto kembali mendatangi lokasi bencana dan mengadakan pertemuan dengan sejumlah menteri utama.
Eni (perusahaan energi multinasional Italia) mengumumkan temuan gas besar di sumur eksplorasi Konta-1, PSC Muara Bakau, Cekungan Kutai. Sumur terletak sekitar 50 km dari pantai Kalimantan Timur; perkiraan awal menunjukkan 600 Bcf GIIP dan potensi melebihi 1 TCF.
Pemerintah menyatakan sekitar 1.000 orang tewas dan hampir satu juta mengungsi, seminggu setelah hujan lebat memicu banjir serta longsor hebat.
Korban tewas akibat banjir baru-baru ini telah melampaui 900 orang, sementara ratusan lainnya masih hilang. Lebih dari 100.000 rumah rusak akibat siklon langka di Selat Malaka pekan lalu. Siklon itu membawa hujan deras yang menyebabkan tanah longsor di beberapa wilayah.
Warga Aceh Tamiang memanjat balok kayu licin lalu berjalan sekitar satu jam untuk mencari bantuan. Korban tewas banjir dan longsor di Sumatra bulan ini melonjak lebih dari 900 orang.
Pemerintah berupaya mengembalikan kondisi normal di wilayah terdampak setelah banjir dan tanah longsor besar di Asia. Bencana itu telah menewaskan lebih dari 1.600 orang hingga Jumat. PBB melaporkan bahwa ratusan orang masih hilang.