Para backpacker yang menjelajahi Indonesia hampir selalu memasukkan Raja Ampat ke dalam daftar destinasi impian mereka. Keindahan alamnya juga memikat penyelam dari berbagai penjuru dunia. Namun, banyak wisatawan masih mencari cara termudah untuk terbang ke kawasan yang terkenal sebagai surga tersembunyi tersebut. Ada berbagai alternatif perjalanan untuk menuju Raja Ampat. Bagi pelancong dari Jakarta atau Singapura, penerbangan sekitar enam jam ke Sorong merupakan pilihan termudah. Sorong menjadi pintu masuk utama menuju Kepulauan Raja Ampat. Kabar baik bagi wisatawan, akses udara menuju Sorong kini menjadi lebih nyaman dengan beroperasinya Bandara Domine Eduard Osok yang baru. Bandara ini menggantikan Bandara Jefman yang berukuran lebih kecil.
Bandara Jefman sebelumnya memanfaatkan bekas lapangan terbang peninggalan Perang Dunia II di Pulau Jefman. Pekan lalu, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke proyek Bandara Domine Eduard Osok guna meninjau sekaligus mengevaluasi kemajuan pembangunan yang sedang berlangsung. Ibu Negara Iriana Widodo, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dan Ratna Jonan turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan tersebut. Sebagai gerbang utama menuju Raja Ampat, Bandara Domine Eduard Osok memiliki posisi yang strategis karena berlokasi lebih dekat ke Kota Sorong daripada ke Manokwari, pusat pemerintahan provinsi. Untuk mengakomodasi pertumbuhan jumlah penumpang dan lalu lintas udara, pemerintah melakukan perpanjangan landasan pacu dari 2.000 m menjadi 2.500 m sehingga bandara mampu menerima pesawat berkapasitas besar.
Meningkatkan Kapasitas
Terminal baru Bandara Domine Eduard Osok akan meningkatkan kapasitas pelayanan penumpang hingga 2,4 juta orang per tahun, naik dari sekitar 700 ribu penumpang saat ini. Untuk mewujudkan proyek tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan biaya mencapai Rp239 miliar, dengan porsi anggaran tahun 2015 sebesar Rp170 miliar. Sebagaimana diketahui, Sorong yang berada di kawasan Semenanjung Kepala Burung telah lama menjadi pintu masuk utama menuju Kepulauan Raja Ampat. Namun, daya tarik kota ini tidak hanya terletak pada aksesnya ke Raja Ampat, melainkan juga pada panorama alamnya yang memikat, dengan pegunungan, perbukitan dan hutan lindung yang mengelilinginya. Saat berada di Sorong, wisatawan dapat mendaki Bukit Batu untuk menikmati panorama Kota Sorong dari ketinggian.
Selain itu, perjalanan dengan perahu ke Pulau Batanta memberikan kesempatan untuk melihat burung cendrawasih di habitat alaminya. Bagi yang ingin bersantai, sejumlah pantai di sekitar Sorong menawarkan suasana yang ideal untuk beristirahat, menikmati matahari, dan melepas penat. Pada bulan Desember, Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian dua bandara baru di Papua, yaitu Bandara Wamena dan Bandara Kaimana. Sementara itu, pembangunan Bandara Domine Eduard Osok di Sorong telah memasuki tahap akhir dan diproyeksikan selesai pada Februari 2016. Hingga saat ini, Indonesia memiliki 54 bandara, dan pemerintah terus berupaya memperluas jaringan transportasi udara melalui pembangunan bandara baru, terutama di kawasan terpencil dan sulit dijangkau.